Mereka terus mengebut pemberian vaksinasi. Sebanyak 2.100 dosis sudah disalurkan sejak satu minggu lalu.
Hingga kemarin, sebanyak 1.323 hewan telah mendapat vaksinasi itu. Termasuk vaksin dosis kedua yang sudah mencapai 358 ekor sapi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri Mohamad Ridwan mengatakan, vaksin PMK tak hanya menyasar lembu.
Namun, pihaknya juga memvaksin kambing atau domba serta kerbau. Sampai kemarin, sudah ada 248 ekor kambing yang sudah disuntik vaksin dosis pertama. “Sementara populasi ada 5.416 ekor,” tuturnya. Sementara pada kerbau ada 41 ekor.
Mantan Camat Mojoroto ini menegaskan, status PMK di Kota Tahu sudah zero kasus. Itu terlihat dari laporan hotline PMK yang tidak ada laporan sama sekali sejak satu minggu lalu.
“Total kasus PMK di Kota Kediri berhenti pada 346 kasus. Sebanyak enam kambing dinyatakan mati akibat PMK,” ungkap Ridwan.
Ia menjelaskan, stok vaksin yang ada diprioritaskan untuk sapi yang belum disuntik sama sekali. Selain itu, bagi ternak yang sudah divaksin juga tetap disuntik nantinya. Mengingat masa vaksin PMK ini adalah dua bulan. Terhitung sejak Mei lalu Kota Kediri sudah menerima alokasi vaksin.
“Revaksin tetap disuntikkan nanti, kalau ketersediaan sudah habis akan kami ajukan kembali ke provinsi,” terang Ridwan.
Vaksinasi kali ini, diakuinya, DKPP terkendala stok ear tag atau penanda yang diletakkan pada telinga hewan sebagai tanda sudah divaksin. Kendati begitu, Ridwan mengklaim, tak menghambat proses vaksinasi. Petugas tetap melakukan sweeping ke kandang peternak untuk menyuntikkan vaksin impor dari Prancis itu.
“Ear tag habis, dari provinsi memang belum ada. Nanti kalau sudah dikirim tetap kami pasang meskipun vaksinasi sudah selesai, karena itu sebagai tanda bahwa hewan sudah divaksin dan kondisi sehat,” tandasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah