Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ketika Warga Kediri Menikmati Uang BLT BBM

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 20 September 2022 | 18:22 WIB
(Foto: Rekian)
(Foto: Rekian)
Mereka dianggap kelompok yang rentan akibat kenaikan harga BBM. Diberi bantuan agar menambal kekurangan. Toh, sebagian besar justru memanfaatkan memenuhi di luar kebutuhan primer.  

Siti Mahmudah memegang lembaran uang warna merah itu. Jumlahnya lima lembar. Atau senilai Rp 500 ribu. Uang itu merupakan gabungan bantuan langsung tunai BBM dan bantuan pangan non-tunai (BPNT) tapi diberikan tunai. Yang pertama senilai Rp 300 ribu, sedangkan yang BPNT Rp 200 ribu.

Uangnya disimpan untuk memenuhi kebutuhan pokok? Warga Desa Sendang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri ini menggeleng.

“Sesekali untuk beli sate,” aku wanita 65 tahun ini sembari menyunggingkan senyum.

Siti mengatakan, keuangannya masih menyukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti membayar listrik dan beli gas elpiji. Sementara beras masih dia miliki hasil dari bantuan sebelumnya. Karena itulah dia mengaku lebih senang diberi bantuan berupa uang tunai dibanding barang.

Kusmin sedikit berbeda. Pria yang hidup sendiri ini sudah mengalokasikan bansos yang dia terima untuk membeli pakan ternak. Sebab, bila digunakan untuk memenuhi biaya hidup, uang Rp 500 ribu tak cukup untuk sebulan.

“Setiap pagi saya makan dan ngopi di warung, habisnya Rp 10 ribu,” aku pria 74 tahun ini. Kemudian, sore hari dia baru memasak di rumah.

Beda lagi dengan Sukarti. Warga asal Desa Ngeblak, Kecamatan Banyakan ini sudah merencanakan uang bantuan itu untuk kebutuhan sang cucu. Membeli seragam pramuka.

“Harganya hampir Rp 100 ribu untuk satu setel,” ucap nenek 61 tahun ini.

Wanita bercucu dua ini sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Saat ini  kedua cucunya membutuhkan biaya yang tak sedikit. Selain membeli seragam juga untuk kebutuhan lain. Seperti membeli susu.Baginya, bantuan yang sebenarnya diperuntukkan dua bulan itu jelas tak cukup memenuhi kebutuhan hidup.

Kondisi yang lebih mengenaskan dirasakan oleh Novi. Ibu muda asal Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota ini bahkan sudah merencanakan uang bantuan untuk membayar hutang di bank tithil-sebutan untuk koperasi simpan pinjam.

“Suami buka usaha jualan buah keliling. Tapi dulu modalnya pinjam bank tithil,” kata ibu satu anak itu.

Karena baru lunas Rp 1 juta, dia merasa capek jika harus bayar bunganya. Karena itu, ia berencana akan membayar hutang dengan uang bantuan tersebut.

Kebutuhan lain yang ia butuhkan adalah susu untuk anaknya yang masih berusia tiga tahun. Selain kebutuhan itu, ibu muda berambut panjang ini harus pula membayar uang bulanan untuk kos sebesar Rp 350 ribu. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #seputar kediri #bahan bakar minyak #harga bbm naik #kediri #kabar kediri terkini #pertamax #info terbaru kediri #info kediri #viral kediri #berita terbaru #bantuan langsung tunai #berita kediri terbaru #berita kediri terkini #pertamina #harga bbm di kediri #bbm #harga bensin #blt #pertalite #kediri lagi #harga bbm #solar #berita viral kediri #kabar kediri #kediri news