Untuk diketahui, dalam pencairan BLT BBM di desa dan kelurahan selama beberapa hari terakhir, total sudah ada 145.369 keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima bantuan. Padahal, di Kediri Raya total ada 139.272 KPM yang seharusnya menerima bantuan.
Karenanya, ada lebih dari 7 ribu KPM yang belum bisa datang ke balai desa dan balai kelurahan karena beberapa sebab. Terkait ribuan warga yang belum mencairkan bantuan hingga kemarin, Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Kediri Kusnadi menyebut pihaknya tetap akan membuka layanan di hari aktif kerja.
“Untuk yang sakit, kami sudah laksanakan home visit,” kata Kusnadi kepada Jawa Pos Radar Kediri. Selebihnya bisa mengambil bantuan dari pusat itu di kantor pos.
Agar bisa segera terealisasi, Kusnadi berharap perangkat desa atau kelurahan mengecek warganya yang belum menerima bantuan. Selanjutnya, mereka diminta datang ke kantor pos untuk mencairkan.
Pantauan koran ini kemarin, kantor pos menyiapkan satu loket untuk melayani KPM yang ingin mencairkan bantuannya. Satu loket tersebut dianggap sudah mencukupi. Sebab, jumlah KPM yang datang ke kantor pos relatif sedikit. Seperti pencairan di balai desa, menurut Kusnadi persyaratan pencairan di kantor pos sama saja. Yakni, harus membawa surat undangan pencairan, kartu identitas penduduk, dan kartu keluarga. “Undangan pencairan itu diberikan desa atau perangkat seperti RT/RW setempat,” terang Kusnadi.
Bagaimana jika jumlah pengambil bantuan di kantor pos membeludak? Kusnadi menegaskan, pihaknya akan menerapkan mekanisme antrean. Di saat yang sama, berkas milik KPM akan diverifikasi petugas. Sehingga, proses pencairan bisa berjalan lebih cepat. Setelah semua dianggap cocok, bantuan senilai Rp 500 ribu akan langsung diserahkan.
Terpisah, Novi, 22, asal Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota terpaksa mengambil bantuan di kantor pos kemarin. Alasannya, saat pembagian bantuan di kelurahan dia lupa membawa kelengkapan persyaratan. “Waktu itu (Rabu, 14/9) saya pulang dulu ambil persyaratan, waktu kembali petugasnya sudah bergeser,” akunya.
Ibu satu anak itu sempat menyusul petugas ke Kelurahan Banjaran. Tetapi, dia diminta untuk mengambil bantuan di kantor pos. “Di sini nggak perlu antre. Nggak sampai 10 menit sudah selesai,” terangnya sambil tersenyum. Editor : Anwar Bahar Basalamah