“Dua bulan lalu perangkat desa sudah lapor ke (dinas) PU. Beberapa hari kemudian ada yang melakukan pengukuran kedalaman dan panjang. Namun, setelah itu saya kurang tahu,” ujar Karyono, ketua RT Sidodadi, saat ditemui kemarin (7/9).
Sejak amblas, jembatan tak bisa dilalui kendaraan roda empat. Sedangkan, roda dua dari arah utara dan selatan harus bergantian melintas. Karyono berharap, jembatan segera dibenahi. “Jembatan ini kan penghubung tiga kecamatan, Kepung, Badas, dan Kandangan. Selain itu juga jalur alternatif menuju Pasar Induk Pare. Banyak kendaraan angkut sayur lewat sini,” imbuh pria 51 tahun itu.
Mengantisipasi kecelakaan, karang taruna dan perangkat desa setempat memberi rambu-rambu dan pagar pembatas sekitar 20 meter. Itu untuk menjaga jarak pengendara dari arah berlawanan melintas.
Saeroji, 64, warga Sidodadi yang rumahnya berdekatan dengan jembatan, mengatakan, tanggul amblas akibat hujan lebat. Air yang mengalir dari arah selatan tersumbat di jembatan. “Karena hujan lebat mengakibatkan banjir sehingga leneng jembatan amblas,” bebernya.(c1/ndr) Editor : Anwar Bahar Basalamah