Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harga Naik, Stok Pertalite Kosong

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 5 September 2022 | 21:59 WIB
STOK KOSONG: Petugas SPBU Desa Sukorejo, Ngasem mengganti harga di papan SPBU kemarin sore. Di saat bersamaan, pertalite di sana dinyatakan kosong. (Foto: Iqbal Syahroni)
STOK KOSONG: Petugas SPBU Desa Sukorejo, Ngasem mengganti harga di papan SPBU kemarin sore. Di saat bersamaan, pertalite di sana dinyatakan kosong. (Foto: Iqbal Syahroni)
KABUPATEN, JP Radar Kediri–Kenaikan harga BBM kemarin sore seolah membuat warga terkena ‘prank’ dua kali. Bukan saja karena harga mendadak naik kemarin sore. Melainkan, stok BBM yang kemarin pagi aman itu mendadak kosong jelang kenaikan. Akibatnya, tidak sedikit pengendara yang terpaksa membeli pertamax.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, kekosongan pertalite di antaranya terjadi di tiga SPBU di Kota dan Kabupaten Kediri. Yakni di SPBU Baruna Jl MT Hariyono, Kelurahan Singonegaran, Pesantren. Kemudian, di SPBU Jayabaya di Jl Jayabaya, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.

Di Kabupaten Kediri, kekosongan stok pertalite kemarin di antaranya terjadi di SPBU Desa Sukorejo, Ngasem. Adalah Budi Santoso, 40, warga Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri yang sempat berkeliling ke beberapa SPBU mencari bahan bakar bersubsidi itu.

Photo
Photo
AKRAB: Gubernur
Khofifah Indar Parawansa berbincang dengan warga yang menghadiri acara pelantikan PC Muslimat di Desa Paron, Ngasem kemarin. (Foto : Iqbal Syahroni)

Pria asal Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri itu pun harus menyerah saat sudah berada di SPBU Desa Sukorejo, Ngasem. “Saya sudah ke SPBU Baruna dan SPBU Jayabaya (Kota Kediri, Red) semua kosong. Di sini (SPBU Sukorejo, Red) juga kosong,” keluhnya.

Tak ingin BBM di motornya habis dan mogok, dia terpaksa membeli pertalite. Selain Budi, ada belasan motor yang terpaksa beralih membeli pertamax di SPBU Sukorejo tersebut. Ini terjadi persis saat petugas di sana mengganti harga BBM di papan harga SPBU.

Salah satu petugas di sana yang dikonfirmasi tentang kekosongan stok mengatakan, hal itu sebagai kebetulan saja. “BBM (pertalite, Red) masih dalam pengiriman,” kata pria yang menolak menyebutkan namanya.

Sementara itu, kenaikan harga BBM kemarin sore juga jadi perhatian Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Untuk memastikan stoknya tetap aman dia menginstruksikan agar polisi mengawal distribusinya.

Hal tersebut diungkapkan Khofifah saat melantik PC Muslimat Kabupaten Kediri di Graha Muslimat Desa Paron, Ngasem kemarin. Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu menjelaskan, kenaikan harga BBM akan berdampak luas. Di antaranya untuk para petani dan nelayan. “(Kenaikan harga BBM, Red) akan berdampak pada penggunaan alat-alat mereka (petani dan nelayan, Red),” terangnya.

Karenanya, dia tidak ingin kenaikan harga BBM ini membuat petani kesulitan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan). Khofifah mewanti-wanti agar kenaikan harga BBM tidak mengganggu upaya pelaksanaan swasembada pangan di Jatim. Demikian juga untuk para nelayan.

Untuk memastikan stok BBM tetap terjaga, Khofifah meminta agar distribusinya dikawal. “Pendistribusian BBM ini harus dijaga ketat oleh polisi agar tidak terjadi kekurangan,” tandasnya.

Terpisah, Kabag Ekonomi Pemkab Kediri Dyah Saktiana menyebut, pihaknya akan melakukan sosialisasi pascakenaikan harga BBM. Terutama memberitahukan mekanisme pemberian bantuan sosial untuk pedagang kaki lima (PKL) dan warga terdampak lainnya.

Perempuan yang akrab disapa Nana ini menyebut, pemkab melakukan langkah antisipasi agar kenaikan BBM ini tidak berdampak besar terhadap inflasi. “Biasanya kenaikan harga BBM akan diikuti naiknya harga kebutuhan lain,” urainya. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #seputar kabar terbaru #berita terkni #seputar info kediri #kenaikan bbm #berita terbaru #kediri raya #gubernur jatim #kenaikan harga #kediri lagi #kenaikan bahan bakar minyak #Gubernur Khofifah Indar Parawansa #update kediri #kediri news #kediri terkini #seputar berita terkini