Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, listrik di Dusun Ngolakan, Desa Cerme, Grogol menyala sejak Senin (29/8) lalu. Sebanyak 13 rumah di sana masing-masing mendapat daya 1.300 watt.
Luluk, 35, salah satu warga mengaku senang karena lingkungannya yang baru itu sudah dialiri listrik. “Sekarang pekerjaan rumah jadi lebih mudah,” kata Luluk.
Sebelumnya, dia harus menggantungkan semua kebutuhan listrik dengan memakai genset. Termasuk saat menyalakan mesin cuci atau peralatan listrik lainnya.
Saking seringnya menyalakan genset, dia juga harus merogoh koceknya lebih dalam untuk membeli bensin. “Kalau sekarang menonton televisi bisa lebih leluasa,” lanjutnya senang.
Perempuan yang sebelumnya tinggal di Desa Bulusari, Tarokan itu juga tidak perlu lagi khawatir listriknya bakal padam karena kehabisan bahan bakar pada malam hari. Dia pun bisa tidur nyenyak karena listrik bisa menyala hingga pagi.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Viola. Siswi kelas VIII, SMPN 3 Grogol itu senang karena bisa belajar lebih lama. Gadis berusia 14 tahun itu juga bisa mengerjakan tugas pada malam hari. “Sekarang enggak perlu bingung lagi,” beber gadis yang mengaku sempat kesulitan belajar secara online tersebut.
Selama pandemi Viola mengaku harus memakai gadget untuk belajar jarak jauh. Padahal, listrik di rumahnya terbatas. Karenanya, sulung dari dua bersaudara itu harus menumpang ke rumah temannya untuk mengisi daya ponsel.
Sementara itu, meski belasan rumah warga di Dusun Ngolakan sudah dialiri listrik, Aminatun, 60, mengeluhkan listrik di rumahnya yang sering jeglek atau mati. Dia menduga hal itu karena ada kabel yang korslet. “Ada lampu di bagian belakang rumah yang tidak menyala,” urai perempuan yang belum melaporkan hal tersebut ke PLN.
Aminatun beralasan dia masih menunggu tetangganya yang memiliki kemampuan kelistrikan untuk mengecek. Sehingga, bisa diketahui pasti penyebab listriknya byar pet alias mudah padam setelah dinyalakan sebentar.
Terpisah, Camat Grogol Zaenal Mustofa menuturkan, masuknya aliran listrik ke Dusun Ngolakan, Desa Cerme, Grogol itu sesuai dengan target Bupati Hanindhito Himawan Pramana. Sebelumnya Dhito meminta agar listrik mengalir sebelum akhir Agustus.
Sebelumnya, persoalan listrik di Desa Cerme ini memang jadi perhatian Bupati Dhito. Setelah mengetahui ada warga yang belum merasakan jaringan listrik selama dua tahun, dia segera mengoordinasikan dengan PLN Kediri. “Sekarang semua warga yang tinggal di sana sudah mendapatkan layanan listrik seperti warga desa lainnya,” terang Zaenal. Editor : Anwar Bahar Basalamah