Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wali Kota Kediri Sungkem Janda Perintis Kemerdekaan

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:50 WIB
KOTA, JP Radar Kediri-Peringatan HUT Kemerdekaan RI kemarin digunakan oleh Wali Kota Abdullah Abu Bakar untuk mengapresiasi perjuangan para pahlawan. Orang nomor satu di Pemkot Kediri ini mengunjungi janda veteran di Kelurahan Tosaren, Pesantren. Begitu bertemu dengan istri veteran perintis kemerdekaan itu, Abu langsung sungkem.

Adalah Suprihatin, 87, yang kemarin disowani Abu. Dia adalah istri almarhum Suparno, veteran perintis kemerdekaan. “Kedatangan saya ini sekaligus untuk mengenang jasa suaminya yang dulu turut memperjuangkan kemerdekaan,” kata Abu setibanya di rumah lansia itu.

Wali kota dua periode itu menjelaskan, di Kota Kediri ada tiga janda veteran perintis kemerdekaan. Hanya saja, dua janda lainnya sekarang di luar kota. Karenanya, Abu bersama perwakilan pemkot mengunjungi Suprihatin.

Photo
Photo
HORMAT: Pengendara berhenti di perempatan Jl Brawijaya dan kompak menyanyi Indonesia Raya saat detik-detik proklamasi kemerdekaan (Foto: Wahyu Adji)

Kunjungan Abu kemarin, menurutnya sekaligus membawa pesan agar generasi muda bisa melanjutkan perjuangan para pahlawan. Caranya, dengan menjadikan Kota Kediri lebih baik lagi di segala bidang.

Mendapat kunjungan wali kota, Suprihatin langsung mengisahkan kepergian suaminya tahun 2000 silam akibat sakit paru-paru. Sepeninggalan sang suami, dia memilih tinggal di rumah dan berkebun.

“Bapak dulu pasukannya Pak Supriyadi di Blitar (tentara Pembela Tanah Air, Red). Saat itu saya selalu ditinggal perang,” kenang nenek 27 cucu dan 36 cicit itu sambil menunjukkan foto mendiang suaminya.

Meski sudah berusia 87 tahun, Suprihatin memang masih bugar dan bisa berjalan dengan normal. Terkait kondisinya, dia mengaku berusaha menerapkan pola hidup sehat.  “Paling (sakitnya, Red) hanya pusing saja. Setiap hari saya minum madu,” terangnya berbagi tips kesehatan.

Sebelum mengunjungi Suprihatin, kemarin Abu memimpin upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI sekitar pukul 07.30, di balai kota. Bersama ratusan peserta yang memakai baju adat, Abu mengajak masyarakat untuk ikut menumbuhkan perekonomian di Kota Kediri.

Usai upacara, warga tak langsung meninggalkan balai kota. Apalagi, dari ratusan peserta yang hadir, ternyata ada 50 warga yang terpilih. Sebanyak 15 orang di antaranya yang dianggap memakai baju adat terbaik diminta untuk mengikuti fashion show dadakan di halaman balai kota.

Ike Meilita, warga Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri yang kemarin terpilih fashion show mengaku senang. Sebab, dia bisa berpartisipasi dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI. “Setelah ada pengumuman di IG Pak Wali saya langsung daftar dan ternyata terpilih,” kata perempuan yang memakai kebaya lengkap itu senang.

Sementara itu, sejumlah pengendara kendaraan yang melintas di perempatan Jl Brawijaya kemarin juga turut mengikuti ‘upacara’ detik-detik peringatan HUT RI di jalan. Saat proklamasi dibacakan pada pukul 10.10, pengendara diminta berhenti dan bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil membawa bendera.

‘Upacara’ di lampu merah itu membuat salah satu jalur padat Kota Kediri itu mendadak sunyi. Sebab, seluruh kendaraan dari empat arah semuanya dihentikan. Mesin kendaraan juga diminta untuk dimatikan.

Bersamaan dengan dimulainya pembacaan proklamasi, mereka kompak menyanyikan lagu kebangsaan. Selama sekitar 38 detik mereka terlihat mengikuti acara dadakan itu dengan khidmat.

“Saya lupa kalau setiap peringatan hari kemerdekaan pasti ada momen ini,” ujar Safitri, 35, salah satu pengendara sepeda motor yang kemarin ikut menyanyikan Indonesia Raya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, penghentian kendaraan saat detik-detik pembacaan proklamasi kemerdekaan RI itu tidak hanya dilakukan di perempatan Jl Brawijaya. Melainkan juga dilakukan di dua titik lainnya. Yakni, simpang empat alun-alun, dan simpang empat Semampir.

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Isdiyat mengungkapkan, satlantas sengaja menghentikan kendaraan saat peringatan HUT Kemerdekaan RI sebagai wujud penghormatan. “Kami ajak pengendara untuk menghormati detik-detik pembacaan proklamasi,” terang perwira dengan pangkat satu balok di pundak itu.

Penghentian kendaraan sembari mengajak menyanyikan Indonesia Raya itu, menurut Isdiyat sudah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. “Ini juga upaya untuk meningkatkan jiwa nasionalisme masyarakat,” paparnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #satlantas polres kediri #seputar kediri #info kediri #pemkot kediri #hut ri ke 77 #hut ri #kediri lagi #kabar kediri #kediri news #kota kediri