Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jembatan Ngadi-Jeli Masih Belum Capai 50 Persen

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:22 WIB
KEJAR TARGET: Pekerja proyek Jembatan Ngadi menyiapkan kerangka yang disiapkan untuk beton penyangga jembatan kemarin siang (15/8). (Foto: Wahyu Adji)
KEJAR TARGET: Pekerja proyek Jembatan Ngadi menyiapkan kerangka yang disiapkan untuk beton penyangga jembatan kemarin siang (15/8). (Foto: Wahyu Adji)
KABUPATEN, JP Radar Kediri- Keinginan Bupati Hanindhito Himawan Pramana melihat pembangunan Jembatan Ngadi selesai dalam empat bulan kemungkinan besar tak terpenuhi. Hingga kemarin progres pengerjaan proyek jembatan yang menghubungkan Desa Ngadi di Kecamatan Mojo dengan Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung itu masih belum mencapai 50 persen. Padahal, sudah berlangsung di minggu ke-16.

‘Target’ yang diinginkan Bupati Dhito itu disampaikan pada akhir Mei lalu. Ketika sang bupati mendatangi lokasi proyek. Saat itu dia berharap jembatan penghubung jalur barat ini selesai dalam empat bulan.

“Target pembangunannya memang enam bulan. Saya minta empat bulan harus sudah selesai,” ujarnya saat sidak.

Selain meminta cepat, saat itu bupati juga menegaskan proyek tak boleh asal-asalan. Pengerjaannya harus tetap memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan.

Meskipun tak sesuai harapan bupati, pengerjaan proyek diklaim lebih cepat dari perencanaan. “Capaian pekerjaan lebih cepat 8,2 persen dari perencanaan,” aku pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Irwan Chandra Wahyu Purnama.

Irwan mengakui, pembangunan Jembatan Ngadi masih mencapai 42,6 persen. Saat ini baru masuk tahap bekisting. Fungsinya, sebagai cetakan untuk membuat pondasi bangunan. Bekistingnya untuk abutmen yang berfungsi sebagai pemikul seluruh beban kendaraan dan gelagar pada jembatan.

“Saat ini pekerjaannya bekisting untuk abutmen berada di sisi Tulungagung,” terangnya.

Irwan juga berdalih, pengerjaan jembatan terus dikebut meskipun cuaca tidak bersahabat. Guyuran hujan dalam beberapa hari terakhir tidak menjadikan pekerjaan mandek. Kebetulan, kondisi aliran sungai tidak mengalami peningkatan selama proses pengerjaan.

Imam Ahamdi, 47, warga Desa Ngadi sempat khawatir hujan deras dua hari terakhir membuat pekerjaan terganggu. “Bangunan bagian paling bawah jembatan itu sudah selesai semua, jadi pekerjanya tetap bisa bekerja,” kata Imam yang rumahnya berada di samping proyek jembatan.

Karena debit sungai tidak terlalu besar, akses dua jembatan alternatif yang ada di Desa Jeli dan Desa Ngadi tetap difungsikan. Selama jembatan itu dibuka, warga di dua desa saling berjaga. Jembatan yang menjadi jalur alternatif warga itu akan ditutup bila air sungai mengalami peningkatan debit.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Sawahan Nganjuk Sumber Harto mengingatkan warga yang beraktivitas di tepi sungai bisa lebih berhati-hati dengan bencana hidrometrologi. Di beberapa wilayah Jawa Timur termasuk di Kediri berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Terjadinya hujan di musim kemarau disebabkan karena aktifnya gangguan atmosfer kelvin dan rossby. Selain itu adanya daerah konvergensi di wilyah Jawa Timur. Aktivitas cuaca tersebut menyebabkan kondisi atmosfer menjadi labil. Sehingga berpengaruh pembentukan awan-awan cumlonimbus yang akan semakin intens.

“Bisa mengakibatkan hujat lebat disertai petir dan angin kencang sesaat,” ujarnya. Dampak lainnya adalah suhu udara menjadi dingin pada malam hari. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #seputar kediri #kediri #info kediri #pembangunan #desa ngadi #pembangunan jembatan #kecamatan mojo #berita kediri #bupati kediri #jembatan ngadi