Sebelumnya, Kota Kediri mencatat penurunan drastis dalam capaian imunisasi anak. Bila sebelum pandemi mencapai 97 persen, saat serangan Covid-19 menerjang, menjadi hanya 45 persen. Penyebabnya adalah tidak beroperasinya posyandu di berbagai fasilitas kesehatan (faskes) maupun di lingkungan kelurahan. Tutupnya posyandu itu membuat pelaksanaan imunisasi ikut terhenti.
“Karena posyandu sudah mulai aktif harapannya capaian imunisasi bisa naik signifikan selama bulan ini,” harap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr Fauzan Adima.
Di Kota Kediri, tercatat memiliki jumlah anak mencapai 12.470. Hingga kemarin sudah 60,64 persen yang sudah mendapat imunisasi kejar. Yaitu imunisasi yang diberikan kepada individu yang tertinggal satu atau lebih pemberian vaksin. Selain itu, juga telah dicapai 24,05 persen pemberian imunisasi measles and rubella (MR). Upaya pemberian vaksin ini lebih digencarkan lagi karena bulan ini menjadi Bulan Imunisasi Anak Nasional.
Fauzan menambahkan, cakupan imunisasi yang rendah akan membuka risiko terjadinya wabah penyakit menular berbahaya. Termasuk campak dan rubella. Selama pandemi, tercatat kasus campak di Kota Kediri sebanyak 50 orang. “Padahal sebelum pandemi nihil kasus campak,” imbuh dokter yang tinggal di Ngronggo ini.
Pria berkaca mata ini menjelaskan ada dua kegiatan imunisasi yang dilakukan. Yang pertama adalah layanan imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi campak dan rubella. Kegiatan ini menyasar usia 9 sampai 59 bulan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.
Kemudian yang kedua adalah layanan imunisasi kejar. Yaitu erupa pemberian satu atau lebih jenis imunisasi untuk melengkapi status imunisasi dasar maupun lanjutan bagi anak yang belum menerima dosis vaksin sesuai usia.
Sementara itu, Sub Korsurveilans dan Imunisasi Meylany Rosan Puspita menambahkan jauh sebelum pandemi pernah ada kasus campak yang menyerang anak. Bahkan kasusnya mencapai puluhan. Oleh karena itu, pihak dinkes mulai menggulirkan imunisasi anak sampai capaiannya sebesar 97 persen.
“Dulu pada tahun 2017 pernah ada sebanyak 58 kasus. Namun setelah itu tahun 2018 hingga 2020 nihil kasus campak,” paparnya.
Dia mengimbau kepada para orang tua agar melihat kembali tabel vaksin anak-anaknya. Imunisasi dasar mana yang kira-kira belum lengkap. Sehingga bisa dikejar selama Agustus ini. Sehingga capaian imunisasi anak juga cepat tercapai.
Aktifnya posyandu di berbagai tempat disambut baik warga. Seperti seorang ibu asal Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto bernama Feby Puspita Sari ini. Dia merasa gembira anaknya kembali mengikuti posyandu secara rutin.
“Ya bisa tahu tumbuh kembang anak lebih dalam lagi. Misal bagaimana gizinya, nutrisi apa yang diperlukan untuk anak, berapa berat badan dan tinggi badannya sekarang. Anak usia dua tahun kan masih perlu diawasi tumbuh kembangnya,” akunya. Editor : Anwar Bahar Basalamah