Termasuk kendaraan roda empat masih belum bisa melintas di jalan itu. “Lima bulan lalu jembatan ini longsor akibat hujan lebat,” ungkap Saeroji, 64, warga Canggu, yang menjadi saksi ambruknya jembatan itu.
Pria yang rumahnya berdekatan dengan jembatan tersebut mengatakan, setelah longsornya jembatan, karang taruna dan perngkat desa menaruh rambu-rambu dan pagar pembatas sekitar 20 meter. “Itu dibuat untuk menjaga jarak pengendara yang berlawanan melintas,” kata Saeroji.
Sementara itu, perangkat desa setempat pernah melapor ke dinas pekerjaan umum (PU) Kabupaten Kediri. Bahkan petugas dinas sempat datang ke lokasi untuk memantau. Namun hingga kemarin belum ada tindak lanjut. “Dua bulan lalu, PU pernah datang untuk melihat,” imbuh Saeroji.
Meskipun kendaraan roda 2 dapat melintas secara berlawanan, namun terkadang pengendara dari arah selatan menunggu pengendara dari utara terlebih dahulu sebelum melintas. Saeroji menambahkan, sebelum amblas, air yang tersumbat di sekitar jembatan dibereskan olehnya. Namun karena hujan lebat mengakibatkan banjir, sehingga leneng jembatan amblas sekitar jam 16.30 sore. Saeroji berharap, jembatan segera diperbaiki. Editor : Anwar Bahar Basalamah