Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, SK pengangkatan Adi Suwono sebagai ketua DPD Partai Nasdem Kota Kediri tertanggal 18 Juli. “SK baru saya terima resmi hari ini (28 Juli, Red),” kata Adi sembari membaca SK yang secara fisik baru diterimanya kemarin.
Terjun ke dunia politik, bukan hal baru bagi pemilik hotel Bukit Daun ini. Sebelumnya, dia juga menjabat bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Kediri. Terkait keanggotaannya di partai berlambang moncong putih itu, bapak empat anak tersebut mengaku sudah mengundurkan diri.
“Surat pengunduran diri saya kirim ke DPP (PDI Perjuangan, Red) tanggal 15 Januari. Jadi, sudah tidak ada masalah,” terangnya.
Mengapa dia memilih Nasdem? Menurut Adi salah satunya karena kesamaan mindset politik. Partai dengan jargon restorasi itu dinilai getol melakukan dakwah kebangsaan. “Sekarang eranya politik kebangsaan. Kembali ke Pancasila,” tegasnya.
Resmi menakhodai DPD Nasdem Kota Kediri, diakui Adi jika dirinya memiliki tugas berat. Selain fokus melakukan konsolidasi internal, kini Nasdem juga tengah menyiapkan sejumlah persyaratan untuk bisa mendaftar ke KPU lewat Sistem Informasi Partai Politik (SIPol) KPU.
Selebihnya, Adi mengaku harus segera menghidupkan mesin partai menyambut pemilu 2024. Jika di pemilihan legislatif (pileg) 2019 lalu Nasdem meraih tiga kursi, Adi menargetkan untuk bisa meningkatkan hingga dua kali lipat.
“Saya menargetkan untuk bisa meraih enam kursi,” paparnya sembari menyebut hal itu bisa terwujud dengan kekompakan kader partai. Serta, strategi yang pas.
Untuk diketahui, dengan terpilihnya Adi Suwono sebagai ketua DPD Partai Nasdem, berarti ada empat warga keturunan Tionghoa di Kota Kediri yang menjadi petinggi parpol. Sebelumnya ada tiga orang yang sudah memiliki jabatan serupa.
Mereka adalah, Ketua DPD Partai Golkar Sujono Teguh Wijaya, Ketua Partai Hanura Bambang Giantoro, dan Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronny Siswanto. “Yang penting bagaimana kita bisa bermanfaat bagi masyarakat,” paparnya ketika ditanya tentang banyaknya warga keturunan Tionghoa sekaligus pengusaha yang menjadi ketua parpol.
Terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kediri Gus Sunoto Imam Mahmudi yang dikonfirmasi tentang pengunduran diri Adi Suwono membenarkannya. PDI Perjuangan, lanjut pria yang juga ketua DPRD Kota Kediri itu, sudah menunjuk penggantinya di struktur partai.
“Jabatan bendahara diisi oleh Pak Sugito. SK (pengisian bendahara, Red) tertanggal 27 Juli kemarin,” beber Gus Sunoto sembari menyebut Sugito pernah menjabat bendahara partai sebelum digantikan oleh Adi Suwono.
Seperti diberitakan, posisi ketua DPD Partai Nasdem kosong setelah Nafis Kurtubi mengalami kecelakaan dan meninggal pada 11 April lalu. Sepeninggalan Nafis, bukan hanya kursi ketua DPD Nasdem saja yang kosong. Melainkan, kursi partai berlambang rotasi biru itu di DPRD Kota Kediri juga kosong. “Pengajuan PAW (pergantian antar-waktu, Red) akan kami lakukan bulan depan,” imbuh Adi. Editor : Anwar Bahar Basalamah