Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkab Kediri Kebut Proyek Jembatan Ngadi

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 25 Juli 2022 | 18:15 WIB
KEJAR TARGET: Peralatan berat beroperasi di area proyek pembangunan Jembatan Ngadi di perbatasan Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri dan Tulungagung. (Wahyu Adji/JPRK)
KEJAR TARGET: Peralatan berat beroperasi di area proyek pembangunan Jembatan Ngadi di perbatasan Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri dan Tulungagung. (Wahyu Adji/JPRK)
MOJO, JP Radar Kediri– Proyek pembangunan Jembatan Ngadi di perbatasan Kecamatan Mojo-Tulungagung terus dikebut. Masuk sebagai proyek strategis daerah (PSD), pekerjaannya ditarget selesai selama empat bulan sejak Juni lalu itu. Hingga kemarin sudah tahap pemasangan tiang pancang fondasi di sisi selatan, wilayah Tulungagung.

Menurut Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Candra Wahyu Purnama, realisasi pembangunannya sudah mencapai 31,19 persen. “Lebih cepat 16,26 persen. Rencana awalnya di minggu ke 12 ini sudah adalah 14,92 persen,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Akses jembatan yang menghubungkan Desa Ngadi, Mojo dengan Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung itu sudah menuntaskan rakit pembesian untuk pile cap pilar di sisi Kediri. Sedangkan untuk kelanjutannya saat ini adalah pemancangan fondasi di sisi Kabupaten Tulungagung.

Ditarget selesai dalam waktu seminggu, menurut Irwan, proses berikutnya nanti adalah pengecoran pile cap. Ia menjelaskan, pile cap ini disebut juga sebagai matras beton tebal. Ini adalah cara untuk mengikat fondasi sebelum didirikan kolom di atasnya.

Tujuan dari pile cap ini adalah untuk menempatkan kolom berada di pusat fondasi. “Bisa untuk mengikat tiang pancang, sekaligus menyebarkan beban ke bawah tiang pancang,” lanjutnya. Ini yang nantinya bisa menjadikan kekuatan fondasi jembatan menjadi stabil.

Photo
Photo
MENARIK PERHATIAN: Warga melihat proses pengerjaan Jembatan Ngadi yang berada di Desa Ngadi, Mojo berbatasan dengan Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung. (Wahyu Adji/JPRK)

Irwan menyebutkan, model bangunan sekarang sama dengan jembatan sebelumnya. Hanya saja, kontruksinya harus memperhatikan risiko penurunan dasar sungai. “Pengalaman sebelumnya dasar sungai tergerus sehingga fondasi menjadi turun,” terangnya.

Untuk menghindarinya, menurut Irwan,  fondasi harus tetap kokoh dan stabil. Karena itu lokasinya menjauh dari sungai. Tumpuan ujung-ujungnya tidak lagi di sungai. Untuk kedalamannya, fondasi jembatan ini digali lebih dalam lagi. Bahkan hingga sampai ke dasar sungai.

Target pengecoran pile cap bisa dilaksanakan dalam waktu satu minggu ini. Sejauh ini, Irwan menyebut pekerjaan bisa berjalan lancar karena debit sungainya kecil. Aliran sungainya pun diatur agar tidak menganggu pekerjaan kontruksi.

Irwan optimistis pembangunan jembatan penghubung wilayah dua kabupaten tersebut bisa selesai sesuai dengan target Bupati Hanindhito Himawan Pramana. Seperti diketahui, Jembatan Ngadi dikerjakan lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kediri senilai Rp 7,72 miliar. Sebelumnya, pagu anggaran disiapkan sebesar Rp 10,5 milar. Proyek ini hemat Rp 2,7 miliar. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #berita terkini #kediri #info kediri #proyek jembatan #desa ngadi #info terkini #kecamatan mojo #berita kediri #jembatan ngadi #dinas pupr