Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa yang ikut dalam rombongan mengungkapkan, sebagian jemaah kemarin sudah melakukan lempar jumrah Aqobah di Jamarat. “Tapi ada juga yang masih istrihat di tenda,” katanya.
Jumat (8/7) malam lalu, para jemaah masih berada di Musdalifah. Menurut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri Zuhri, kegiatan di sana membutuhkan semangat tinggi. Sebab, saat berada di sana fasilitas yang tersedia hanya karpet yang tidak memadai dan toilet. “Tidak ada tenda, tapi justru itu tantangannya di Musdalifah,” bebernya.
Jemaah yang bermalam di Musdalifah menggunakan waktunya untuk berdoa dan berzikir. Zuhri bersyukur semua jemaah bisa menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar. Jemaah yang punya riwayat sakit dan risiko tinggi mendapat layanan khusus.
Mulai dari tempat tidur hingga pengecekan kesehatan. “Kebutuhan konsumsinya hingga kursi roda sudah disiapkan,” terangnya sembari menyebut jemaah juga mengikuti arahan salat berjamaah di tenda.
Dan yang paling penting, menurut Zuhri jemaah asal Kediri juga terus berkoordinasi dengan ketua regu dan ketua rombongan. Termasuk saat distribusi konsumsi. “Wukuf juga bisa berlangsung dengan tertib dan khidmat,” tandas Zuhri sembari menyebut panitia terus mengingatkan agar jemaah tidak melanggar larangan haji. Editor : Anwar Bahar Basalamah