Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Puluhan Warga Setujui Pembebasan Lahan Jembatan Meritjan

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 8 Juli 2022 | 16:52 WIB
SERIUS: Warga Desa Jongbiru, Gampengrejo menyimak pemaparan tim Pemkab Kediri terkait dengan trase pelebaran jalan untuk Jembatan Meritjan, kemarin (7/7). (Foto: Rekian)
SERIUS: Warga Desa Jongbiru, Gampengrejo menyimak pemaparan tim Pemkab Kediri terkait dengan trase pelebaran jalan untuk Jembatan Meritjan, kemarin (7/7). (Foto: Rekian)
KABUPATEN, JP Radar Kediri-Pembangunan Jembatan Meritjan di depan mata. Ini setelah tahap pembebasan lahan di sekitar lokasi dipastikan tidak terhambat. Puluhan warga menyatakan menyetujui tanah mereka terpakai untuk pembangunan akses dari Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, dan Desa Jabon, Banyakan.

Hal tersebut ditegaskan oleh 54 KK warga yang terdampak jembatan. Dalam konsultasi publik terkait pembebasan lahan jembatan kemarin, semua menyatakan sepakat. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembebasan Tanah Jembatan Meritjan  Agus Sudarmadi mengatakan, kemarin pihaknya tidak hanya meminta persetujuan. “Kami juga memberitahu trase jalan dan jembatan yang akan dibangun,” kata Agus.

Sebelum membubuhkan tanda tangan di dokumen persetujuan pengadaan lahan, petugas menanyai satu per satu warga. Di depan perwakilan Pemkab Kediri, tidak ada satu pun yang menolak.

Hasil konsultasi publik kemarin menurut Agus akan jadi pedoman tim. Mereka akan menyerahkan hasil konsultasi publik ke Bupati Hanindhito Himawan Pramana. Selanjutnya, pemkab bisa memproses penetapan lokasi (penlok) akses jalan dan jembatan.

Agus menjelaskan, pemkab harus menempuh beberapa tahap lagi sebelum realisasi jembatan. Di antaranya, membentuk satgas A dan satgas B yang akan melakukan pembebasan tanah.

Terpisah, Ketua Panitia Persiapan Pengadaan Tanah Sukadi mengaku

optimistis proses pembebasan lahan jembatan bisa segera tuntas. Terkait teknisnya, asisten administrasi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat itu menegaskan, pembebasan tanah akan dibagi menjadi tiga.

Rinciannya, tanah wakaf, tanah milik perusahaan listrik negara (PLN), dan tanah warga. Sesuai hasil inventarisasi tim, luas lahan yang akan dibebaskan sebanyak 1.560 meter persegi. “Ini masuk program strategis daerah (PSD, Red) RPJMD 2021-2026,” paparnya.

Sukadi menuturkan, pelebaran jalan dan pembangunan Jembatan Meritjan untuk konektivitas antar wilayah. Jembatan itu dibutuhkan untuk menghidupkan kembali ekonomi warga di Desa Jongbioru, Gampengrejo yang telah mati karena jembatannya terputus.

Sementara itu, beberapa warga yang ditemui koran ini mengaku mendukung pembebasan tanah untuk jembatan segera dilakukan. Seperti dikatakan Muwanah, 66. Lansia yang rumahnya terpakai untuk jembatan itu mengaku tetap mendukung proyek tersebut.

“Bangunan saya kena selebar empat meter, panjangnya 20 meter,” jelas Muwanah. Meski dia harus membangun ulang rumahnya, dia mengaku senang jembatan dibangun lagi. Sebab, sejak jembatan ditutup, banyak warga yang kehilangan pekerjaan. Tidak sedikit warung di sana yang tutup karena sepi pembeli. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #berita terkini #seputar kediri #PPTK #banyakan #jembatan meritjan #pembebasan lahan #info kediri #berita terbaru #pemkab kediri #Bupati Hanindhito Himawan Pramana #info terbaru #pemkab kabupaten kediri #info terkini #jembatan #hanindhito himawan pramana #trase jalan #kecamatan gampengrejo #kediri lagi #desa jabon #desa jongbiru #berita kediri #Pembangunan Jembatan Meritjan #kabar kediri #kediri news