Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, seribu rumah yang akan direhab itu tersebar di 12 kecamatan di Kediri. “Tiap rumah akan mendapat bantuan rehab BSPS senilai Rp 20 juta,” kata Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Kediri Agus Sugiarto sembari menyebut bantuan yang dikucurkan total senilai Rp 20 miliar.
Uang senilai puluhan juta itu menurut Agus tidak boleh dibelikan material bangunan semua. Penerima harus menyisakan Rp 2,5 juta untuk ongkos tukang. Sehingga, hanya Rp 17,5 juta yang bisa digunakan untuk membeli material bangunan. “Penerima tidak menerima uang secara tunai. Melainkan dibelanjakan material dan untuk membayar pekerja,” lanjut Agus.
Dengan konsep tersebut, diharapkan bantuan rehab rumah ini tidak hanya memperbaiki rumah warja saja. Melainkan, ada perputaran ekonomi di daerah warga penerima bantuan. Sebab, ada warga lain yang bisa diberdayakan sebagai tukang bangunan dan kuli.
Kapan perbaikan rumah seribu unit itu akan selesai? Dimulai Juli ini, Agus menargetkan pembangunan selesai dalam tiga bulan. Oktober mendatang, warga penerima bantuan bisa menghuni rumah baru mereka masing-masing.
Untuk diketahui, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi warga miskin untuk bisa menerima BSPS. Selain statusnya sebagai warga miskin, mereka juga harus tinggal di rumah yang status tanahnya hak milik. Selain itu, warga yang boleh menerima program bantuan sosial lainnya. Seperti program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non-tunai (BPNT) atau bantuan langsung tunai (BLT).
Lebih spesifik lagi, mereka yang bisa menerima BSPS harus memenuhi kriteria khusus rumah tidak layak huni. Di antaranya dilihat dari kondisi atap yang merupakan bangunan tua. Kemudian, dindingnya gedek atau anyaman bambu, dan lantai bangunan dari tanah.
Sementara itu, Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengecek langsung realisasi perbaikan rumah menggunakan BSPS. Orang nomor satu di Pemkab Kediri itu kemarin mendatangi rumah Simpen, 80, di Desa Asmorobangun, Puncu. “Saya ingin memastikan pembangunan rumah tidak layak ini sudah sesuai standar,” kata suami Eriani Annisa ini.
Tak hanya berdialog dengan Simpen, bapak satu anak itu meneliti kualitas bangunan. Dia kembali mewanti-wanti agar pembangunan rumah menggunakan material yang bagus. Sehingga, rumah tersebut bisa awet. “Rumahnya harus bagus dan benar-benar layak huni,” pesan pria yang kemarin memberi sosialisasi kepada warga tentang BSPS tersebut. Editor : Anwar Bahar Basalamah