Tentang munculnya lima nama tersebut, Ketua DPD PAN Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, pengusulan Zulhas dilakukan karena ada dorongan suara dari bawah. Selebihnya, posisi Zulhas yang sekarang berada di pemerintahan juga dianggap pas. “Soal beliau berkenan atau tidak, kami kembalikan pada Pak Zulkifli Hasan", katanya setelah acara di hotel Insumo Palace kemarin.
Terkait nama Khofifah, pria yang juga menjabat wali kota Kediri itu menyebut track record Khofifah jadi pertimbangan. Menurutnya gubernur Jatim itu jadi representasi perempuan dan kader NU. Hal tersebut penting agar kepemimpinan tidak hanya jadi domain laki-laki.
“Ibu Khofifah sangat kuat di akar rumput NU. PAN ini partai yang terbuka bagi semua ormas, suku, dan agama,” lanjutnya menyinggung keberhasilannya menjabat wali kota dua periode karena banyak disumbang suara oleh NU. Karenanya, ketika PAN mengusulkan kader NU sebagai kandidat capres, hal tersebut menjadi lumrah.
Mas Abu menjelaskan, usulan ini murni dari mendengarkan akar rumput. Wali Kota Kediri ini tidak menampik memang ada hitungan matematis terkait keterwakilan unsur kader partai, intelektual atau profesional, dan TNI/POLRI.
Abu memaparkan, lima nama yang mengerucut dalam rakerda kemarin murni berasal dari akar rumput. Meski demikian, dia tak menampik adanya hitungan terkait keterwakilan kader partai, intelektual, hingga kalangan profesional, serta TNI/POLRI.
Dia mencontohkan nama Erick Thohir yang merupakan perwakilan kalangan profesional. Namanya mencuat karena bisnisnya berhasil serta prestasinya selama menjabat menteri BUMN.
Adapun Anies Baswedan dan Panglima TNI Andika Perkasa juga mendapat dukungan dari arus bawah. "Kelima nama ini dipilih bukan berdasarkan voting, jadi kami menampung aspirasi dan sifatnya diskusi,” beber Abu sembari menyebut pihaknya akan menyerahkan hasil rakerda ke DPP PAN. Merekalah yang akan memutuskan kandidat yang diusung.
Editor : Anwar Bahar Basalamah