Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dibuka Lagi, Pasar Hewan di Kabupaten Kediri Dipenuhi Kambing

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 30 Juni 2022 | 18:21 WIB
PERIKSA DULU: Semua kambing dan domba yang hendak masuk ke Pasar Grogol dicek kondisinya oleh petugas DKPP Kabupaten Kediri. (Foto: Wahyu Adji)
PERIKSA DULU: Semua kambing dan domba yang hendak masuk ke Pasar Grogol dicek kondisinya oleh petugas DKPP Kabupaten Kediri. (Foto: Wahyu Adji)
KABUPATEN, JP Radar Kediri-Pasar hewan di Kabupaten Kediri kembali dibuka jelang Idul Adha. Meski demikian, tidak ada sapi yang dijual di sana. Para pedagang takut hewan yang harganya belasan juta rupiah terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebagai gantinya, mereka hanya membawa kambing dan domba.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di Pasar Hewan Grogol kemarin ada ratusan ekor kambing dan domba yang dibawa ke pasar. Tidak ada satu pun sapi yang ada di sana. Padahal, sebelum PMK merebak, setiap pasaran ada ratusan ekor sapi yang juga dijual di sana.

Supeno, 52, pedagang asal Mojo mengungkapkan, banyak pedagang dan peternak yang takut membawa sapinya keluar. Sebab, mereka khawatir sapinya tertular PMK dan mereka merugi.

Photo
Photo
BEBAS PMK: Pedagang menunjukkan SKKH sebagai bukti hewan ternak miliknya tak terpapar penyakit mulut dan kuku. (Foto: Wahyu Adji)

Pemeriksaan ketat dari petugas dinas ketahanan pangan dan peternakan (DKPP) agaknya juga belum bisa membaut pedagang tenang. Pun setelah mereka memeriksa setiap ternak yang masuk ke pasar. Hingga pukul 09.00 kemarin, total ada 158 ekor kambing dan sembilan domba yang diperiksa.

“Satu kambing tidak bisa masuk karena setelah dicek terindikasi punya gejala PMK (penyakit mulut dan kuku, Red),” kata Winantya Adi, petugas kesehatan dari DKPP Kabupaten Kediri.

Adi menjelaskan, hanya hewan sehat yang diperbolehkan masuk ke pasar.

Setelah diperiksa, DKPP memberi surat keterangan dan stempel bertuliskan “lolos”. Surat tidak diberikan pada tiap hewan. Melainkan diberikan kepada tiap pedagang.

“Satu surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) bisa digunakan untuk beberapa hewan,” papar pria yang kemarin sudah mengeluarkan 44 lembar SKKH tersebut.

Terpisah, Kepala DKPP Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, Pemkab Kediri sudah membuka peluang untuk pedagang dan peternak sapi berjualan di pasar hewan. Selain mempeketat hewan masuk ke pasar, Tutik mengaku sedang menyiapkan vaksinasi yang nanti digelar secara bertahap di beberapa kecamatan.

Dikatakan Tutik, kasus PMK di Kabupaten Kediri ini sudah merata di semua kecamatan. Hingga Minggu (26/6) lalu, DKPP mencatat ada 2.419 ekor hewan yang terpapar. Dari jumlah tersebut, ada 114 yang sembuh. Kemudian, lima ekor lainnya mati. “Yang sakit masih ada 2.300 ekor,” paparnya.

Sementara itu, wabah PMK juga meluas di Kota Kediri. Untuk mengatasi hal tersebut, peternak melakukan beberapa cara. Baik pengobatan tradisional maupun modern.

Seperti yang dilakukan Paidi, 60. Peternak asal Kelurahan Ngampel, Mojoroto itu menggunakan belerang yang dibakar di rumput kering atau sampah. Asap dari belerang itulah yang digunakan untuk mengusir virus melalui udara.

Paidi mengaku mendapat ilmu itu dari ayahnya yang juga peternak sapi dan kambing. Dia bersyukur, dengan cara itu hewan ternaknya selalu sehat. ‘Saya bakar belerang malam hari. Asapnya akan memenuhi kandang selamalam,” jelasnya.

Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran DKPP Kota Kediri Pujiono mengatakan, selain menggunakan belerang, peternak juga diimbau rutin menjaga kebersihan kandang. Sebab, penularan virus picorna di PMK ini hampir sama dengan Covid-19.

“Ya harus rutin mandi (hewan ternaknya, Red), kandang juga wajib disterilisasi dengan disinfektan. Hampir sama pencegahannya dengan Covid-19, karena memang penyebabnya juga menyerupai virus Covid-19,” paparnya.

Terkait obat untuk hewan yang terpapar PMK, menurut Pujiono bisa juga diberi ramuan herbal seperti kunyit, temulawak, kecap, serta telur ayam. Jamu-jamu itu biasa dipakai oleh peternak sejak lama.

Jamu tersebut menurut Pujiono juga mampu membangkitkan nafsu makan hewan ternak yang sakit. Ramuan herbal juga bisa membentuk kekebalan tubuh. “Apalagi kandungan telur ayam kampung itu bermanfaat agar tubuh ternak lebih sehat,” imbuhnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #seputar kediri #kediri #pedagang hewan #pmk #pasar hewan #kediri lagi #penyakit hewan #kabar kediri #kediri news