PACE, JP Radar Nganjuk- Jembatan Kecubung, Kecamatan Pace ambles. Akibatnya, dua plat baja selebar sekitar 1,5 meter dipasang untuk menutup lubang.
“Ambles karena sering dilewati truk,” ujar Heri, 35, warga Desa Kecubung.
Sebelum ambles, banyak truk yang lewat jembatan. Bahkan, dalam sehari, kata Heri, ada puluhan truk bermuatan berat yang melintas di sana. Hal itu terjadi selama bertahun-tahun. Truk-truk tersebut mengangkut material tanah urug. Baik dari Pare maupun menuju arah Pace. Oleh karena itulah jembatan tersebut ambles sejak bulan lalu. “Truknya besar-besar. Bagaimana mau tidak rusak jembatannya,” imbuh Heri.
Hal senada juga disampaikan oleh Erik, 36, pemilik bengkel di dekat jembatan tersebut. Erik mengatakan, penutupan cengkungan dengan plat itu upaya mencegah kecelakaan lalu lintas. “Kalau tidak ditutup plat baja begitu tambah bahaya. Untung dari pemerintah cepat ditutup,” tandas Erik.
Sementara itu, arus lalu lintas di sana praktis juga harus menyesuaikan kondisi tersebut. Padahal, pada saat libur Lebaran, banyak warga yang berlalu-lalang melewati jembatan tersebut. Pasalnya, jembatan itu adalah salah satu akses termudah dari arah Sukomoro-Pace. “Jalur alternatif ini,” ungkapnya.
Terpisah, Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di lapangan. Bahkan pengecekan tersebut dilakukan sebelum Lebaran. “Saya minta segera ditindaklanjuti,” tuturnya.
Lebih jauh, Marhaen menegaskan bahwa untuk sementara jembatan tersebut dilarang dilewati kendaraan bermuatan besar. Pasalnya hal tersebut dapat berpotensi semakin membahayakan konstruksi jembatan itu sendiri. “Untuk sementara kendaraan berat dilarang lewat sana,” pungkas politisi PDIP tersebut. (tar/tyo)
Editor : adi nugroho