REJOSO, JP Radar Nganjuk- Pembangunan Bendungan Semantok yang masih dalam proses membuatnya belum terisi air kemarin. Padahal, rencananya, bendungan terpanjang se-Asia Tenggara ini akan mampu menampung 32,67 juta meter kubik. Sehingga, bisa mengairi sekitar 2.900 hektare lahan sawah. Bahkan, saat musim kemarau, bendungan yang memiliki panjang 3.100 meter ini juga tetap bisa mengairi lahan pertanian. "Pengisian air atau impounding di Bendungan Semantok infonya baru Juni nanti,” ujar Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nganjuk Suharono.
Impounding tersebut menjadi tahapan pelaksanaan proyek bendungan. Pengisian bendungan itu sendiri nantinya dilakukan sebagai langkah awal tahapan yang harus dilakukan setelah pekerjaan konstruksi telah selesai.
Hanya saja, Suharono mengaku bahwa tahapan tersebut merupakan kewenangan dari pelaksana proyek. “Otomatis peresmiannya nanti dilakukan kalau sudah clear semua. Kami tidak berani memastikannya,” imbuh mantan Kepala DPRKPP Nganjuk tersebut.
Untuk diketahui, Bendungan Semantok merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN). Ada dua paket pekerjaan yang dilelang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dua paket itu dimenangkan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN).
Paket I dimenangkan oleh PT Brantas Abipraya dengan kontrak senilai Rp 909,722 miliar. Sedangkan, paket II dimenangkan PT Hutama Karya dengan nilai kontrak sebesar Rp 840,202 miliar.
Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengakui bahwa pemerintah pusat telah banyak mengalokasikan dana untuk warga Kota Angin. Diharapkan manfaat bendungan benar-benar dirasakan masyarakat.
Marhaen mengatakan, manfaat Bendungan Semantok sangat banyak.
Yang pertama merasakan adalah sektor pertanian. Bendungan Semantok bisa mengairi 2.900 lahan sawah. Bahkan, saat musim kemarau, bendungan tersebut tetap bisa mengairi. “Sehingga, petani tidak akan bingung lagi soal irigasi,” tutur politisi PDIP tersebut.
Selain itu, Bendungan Semantok juga bisa mengurangi risiko banjir. 137 meter kubik per detik. Ini sangat penting. Karena daerah di sekitar Semantok menjadi langganan banjir saat musim hujan. Ironisnya, saat kemarau, daerah tersebut juga menjadi langganan kekeringan.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk Marianto berharap, pembangunan Bendungan Semantok bisa selesai tepat waktu. Sehingga, manfaatnya bisa dinikmati masyarakat. "Semoga cepat selesai dan segera diresmikan," harapnya. (tar/tyo)
Editor : adi nugroho