KOTA, JP Radar Kediri-Penetapan lokasi (penlok) tol Kediri-Tulungagung belum turun hingga akhir Maret ini. Meski demikian, para makelar sudah berkeliaran di sejumlah lokasi yang diduga menjadi akses tol untuk membeli tanah. Di antaranya di Kelurahan Bujel, Mojoroto.
Seperti diakui oleh Muslikin, 67. Pria asal Kelurahan Pojok, Mojoroto yang menggarap lahan di Kelurahan Bujel itu mengaku sering didatangi orang asing yang ingin membeli lahan garapannya. “Saya kira sampean juga sama (makelar, Red) mau tanya tanah ini,” katanya saat bertemu Jawa Pos Radar Kediri.
Lebih jauh Muslikin menjelaskan, setiap tahun dia harus merogoh kocek Rp 12 juta untuk tanah seluas sekitar 7.500 meter persegi yang disewanya. Dengan harga sewa yang sudah mahal tersebut, pria tua itu meyakini lahan persawahan di Bujel bisa terjual dengan harga yang mahal.
Berapa harga jual tanah di sana? Muslikin mengaku tidak tahu secara pasti. Dia pun langsung mengarahkan makelar yang mendatanginya untuk mencari sang pemilik tanah.
Seperti halnya Muslikin, Ketua RT 06 Lingkungan Wonosari, Kelurahan Bujel Supandri mengakui tentang banyaknya makelar yang berniat membeli tanah di sana. Selain makelar, dia juga didatangi oleh orang yang mengaku sebagai pekerja proyek tol. “Meminta izin melakukan aktivitas pengeboran untuk mengetahui kekuatan tanah,” terang Supandri.
Tes kekuatan tanah itu menurut Supandri dilakukan di area persawahan. Meski sudah dimintai izin, dia mengaku tidak tahu detail titik mana saja yang dites. Demikian juga lokasi pasti lahan yang rencananya digunakan untuk tol Kediri-Tulungagung.
Terpisah, Leader PT Karsa Buana Lestari Titin Setyorini yang dikonfirmasi tentang lokasi pasti jalan tol mengatakan, belum ditentukan lokasi pembangunan jalan tol. “Masih proses penetapan lokasi, sampai saat ini belum selesai,” aku konsultan pelaksana analisa dampak lingkungan (amdal) ini.
Seperti diberitakan, tol Kediri-Tulungagung rencananya akan dibangun sepanjang 44,51 kilometer. Sebanyak 5,91 kilometer di antaranya berada di Kota Kediri. Yakni, di Kecamatan Kota dan Kecamatan Mojoroto.
Di wilayah barat sungai, tol akan menyasar delapan kelurahan. Selain Kelurahan Bujel, proyek strategis nasional yang menggandeng PT Gudang Garam Tbk itu akan melewati Kelurahan Mrican, Gayam, Ngampel, Mojoroto, Sukorame, dan Pojok. Adapun di Kecamatan Kota hanya mengenai Kelurahan Semampir. (rq/ut)
Editor : adi nugroho