Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pedagang Kaki Lima di Jalan A. Yani Sepi Pembeli

adi nugroho • Minggu, 20 Maret 2022 | 20:10 WIB
pedagang-kaki-lima-di-jalan-a-yani-sepi-pembeli
pedagang-kaki-lima-di-jalan-a-yani-sepi-pembeli

Pedagang kaki lima (PKL) yang bandel di Jalan A. Yani Nganjuk harus berpikir ulang. Karena di awal uji coba perubahan arus lalin dari dua arah menjadi searah di Jalan A. Yani membuat PKL kesulitan mendapatkan pelanggan. Kendaraan yang melintas di Jalan A. Yani langsung menuju ke Alun-Alun Nganjuk tanpa ada yang berhenti di warung atau gerobak PKL. Selain ada yang langsung menuju alun-alun, pengguna Jalan A. Yani juga memilih parkir dan berbelanja di toko-toko sepanjang Jalan A. Yani. “Jadi sepi pembeli sekarang,” ujar Dwi Trimaningsih, 48, penjual nasi pecel di trotoar Jalan Ahmad Yani Nganjuk.


Menurut ibu empat anak, sebelum Jalan A. Yani Nganjuk diubah jadi searah, pengunjung di warungnya mulai ramai sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Mereka makan pecel sambil duduk lesehan di trotoar. Kendaraan diparkir di tepi jalan. Namun, saat uji coba ini, warga seperti enggan makan pecel di Jalan A. Yani Nganjuk. “Banyak langganan yang akhirnya batal beli karena bingung adanya perubahan arus lalin di jalan-jalan sekitar A. Yani,” keluhnya.


Perempuan asal Kelurahan Ploso, Kecamatan Nganjuk ini berharap, uji coba perubahan arus lalin tidak berlangsung lama. Karena jika terlalu lama, dia khawatir PKL yang nekat kembali berjualan di Jalan A. Yani Nganjuk akan bangkrut. “Kami tidak mau pindah ke Pasar Wage 2 itu karena di sana sepi. Tapi kalau di sini juga sepi, kami jadi bingung,” ujarnya.


Hal senada diutarakan Agus, 35, penjual nasi goreng di Jalan Ahmad Yani. Dia nekat balik ke Jalan A. Yani karena merasa berjualan di Pasar Wage 2 yang menjadi tempat relokasi PKL sepi pembeli. Namun, saat melihat Jalan A. Yani yang diubah jadi searah berimbas pada sepinya pembeli nasi goreng, Agus jadi waswas. “Mudah-mudahan perubahan arus lalin ini tidak berlangsung lama,” harapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk Haris Sujatmiko menegaskan, PKL tidak boleh berjualan di sepanjang Jalan A. Yani. Pemkab sudah menyediakan tempat relokasi PKL di Pasar Wage 2. “Harusnya semua PKL itu menyadari dan tidak balik berjualan ke Jalan A. Yani,” ujarnya.


Haris berharap, dengan adanya Kawasa Ekonomi Nganjuk (KEN) dan perubahan arus lalin di Jalan A. Yani juga berimbas pada pengunjung di Pasar Wage 2. Sehingga, PKL di sana, bisa ramai pembeli. “Mudah-mudahan PKL di Pasar Wage 2 itu selalu ramai pembeli,” harapnya.

Editor : adi nugroho
#arus lalin #kabar nganjuk #pkl #kota angin #ken #radar nganjuk #kawasan ekonomi nganjuk