NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Hari kedua perubahan arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani masih banyak membuat orang kebingungan. Ada tiga jalan pendukung yang membuat warga resah dengan perubahan arus lalin. Yaitu, Jalan Mayjend D.I Pandjaitan, Jalan K.H. Ahmad Dahlan, dan Jalan Dermojoyo.
Dari pantauan koran ini, setidaknya Jalan Mayjend D.I Pandjaitan dan Jalan K.H. Ahmad Dahlan menjadi dua jalan yang paling banyak diterobos oleh pengendara sepeda motor. Diketahui kedua jalan tersebut mengalami perubahan arus lalu lintas mulai Kamis (17/3). Untuk Jalan Mayjend D.I Pandjaitan kini hanya bisa dilewati oleh kendaraan dari arah selatan. Padahal, dulunya jalan tersebut bisa dilalui dua arus jalan.
Sedangkan untuk Jalan K.H. Ahmad Dahlan juga mengalami perubahan. Dulunya jalan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan dari arah selatan. Namun kini, jalan tersebut hanya bisa dilalui dari arah utara.
Kedua jalan tersebut terkenal menjadi dua jalan pendukung yang cukup banyak dilalui oleh pengguna jalan. Untuk Jalan Mayjend D.I Pandjaitan, jalan tersebut biasa dilalui oleh pengendara yang akan ke Pasar Wage melalui Dr Sutomo. Sedangkan untuk jalan K.H. Dahlan, jalan tersebut bisa dilalui oleh pengendara yang hendak ke Alun-Alun Nganjuk melalui Jalan Dr. Soetomo.
Akibat perubahan tersebut, puluhan pengendara tampak kecele dan sebagian nekat menerobos jalan tersebut. Seperti yang terjadi pada Kamis siang (17/3). Dari pantauan koran ini, dalam 15 menit, setidaknya sudah ada lebih dari 20 pengendara sepeda motor yang menerobos jalan. “Saya gatau. Saya kira masih bisa dilewati,” terang Riko Febrian, 17, salah seorang pengendara sepeda motor yang hendak melewati Jalan Mayjend D.I. Pandjaitan
Selain kedua jalan tersebut, banyak warga yang mengeluhkan perubahan arus lalu lintas di Jalan Dermojoyo. Karena kini, jalan tersebut hanya bisa dilalui dari arah Timur. Padahal, dulunya jalan tersebut bisa digunakan untuk dua arah.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Indra Budi Wibowo melalui KBO Satlantas Polres Nganjuk Iptu Hery Buntoro membenarkan bahwa ketiga jalan tersebut menjadi jalan yang paling banyak diterobos warga. Mereka kaget dengan perubahan tersebut. “Kami sudah berjaga dan meminta kepada pengguna jalan yang akan menerobos,” ujarnya.
Hery mengatakan, agar tidak diterobos pengguna jalan, pihaknya sudah menyiapkan tambahan personel di beberapa jalan yang banyak mendapat keluhan masyarakat tersebut. “Kita juga selalu ingkatkan secara persuasif,” pungkasnya.
Editor : adi nugroho