Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dapat Modal Rp 1,7 M, Target Untung Rp 58 Juta

adi nugroho • Selasa, 8 Maret 2022 | 17:41 WIB
dapat-modal-rp-17-m-target-untung-rp-58-juta
dapat-modal-rp-17-m-target-untung-rp-58-juta


NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pemkab tidak ingin Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Nganjuk rugi tahun ini. Karena dalam tiga tahun terakhir, PDAU sudah mengalami kerugian ratusan juta. Tahun 2019 rugi Rp 500 juta. Kemudian, tahun 2020 dan 2021 masing-masing mengalami kerugian Rp 700 juta dan Rp 400 juta. Karena itu, di tahun ini, pemkab memberi suntikan penyertaan modal ke  PDAU sebesar Rp 1,7 miliar. Dengan dana tersebut diharapkan, PDAU bisa memberikan keuntungan dan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). “Kami sebenarnya mengajukan Rp 4 miliar tetapi diberi Rp 1,7 miliar tahun ini,” ungkap Direktur Utama PDAU Nganjuk Jaya Nur Edi.


Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk menghidupkan empat unit usaha PDAU. Yaitu, percetakan, Hotel Karya Wisata Sawahan, kebun cengkih dan dua apotek di Kecamatan Nganjuk dan Kertosono. Empat unit usaha itu dalam kondisi mengenaskan seperti hidup segan mati tak mau.


Selain itu, Jaya mengatakan, dari dana Rp 1,7 miliar tersebut juga akan digunakan untuk memperbaiki kantor PDAU. Karena kondisi kantor sudah tidak layak. Saat hujan, air akan masuk ke kantor alias bocor. Kondisi bangunan yang sudah tua membuat kantor PDAU mirip seperti rumah tua. Bukan, sebuah kantor. “Perbaikan kantor ini kami jadikan prioritas terakhir karena terbatasnya anggaran,” ujarnya. 


Dengan penyertaan modal dari pemkab sebesar Rp 1,7 miliar, Jaya awalnya optimistis bisa memenuhi target tidak rugi. Bahkan, dia memasang target bisa mendapatkan keuntungan. “Target saya itu tidak rugi dan mendapatkan keuntungan Rp 58 juta,” ujarnya.


Sayang saat ini, kondisi PDAU sedang dalam masalah. Penyelidikan yang dilakukan kejaksaan membuat manajemen dan staf kehilangan fokus. Jaya pun mengakui jika anak buahnya dalam kondisi drop. Mereka harus sibuk menyiapkan laporan keuangan dan bukti-bukti pengeluaran PDAU selama tahun 2016-2020 yang diminta kejaksaan. Sehingga, kerja menjadi kurang maksimal. “Mudah-mudahan masalah ini segera clear dan kami bisa fokus untuk memenuhi target,” harapnya.


Sementara itu,  hingga kemarin, kejaksaan belum menyimpulkan ada atau tidak dugaan korupsi di PDAU Nganjuk. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nganjuk Nophy Tennophero Suoth menegaskan, kejaksaan masih menyelidiki laporan dari masyarakat. “Kami masih mengumpulkan bahan keterangan dari berbagai pihak,” elaknya.


Nophy mengatakan, masih akan melakukan serangkaian pemeriksaan dan pendalaman terkait kasus ini. Beberapa direktur dan staf yang mengetahui pengelolaan anggaran di PDAU akan dipanggil untuk dilakukan kroscek laporan keuangan yang telah diaudit.


Sayang, hingga kemarin, Nophy belum membeberkan nama-nama orang yang akan dimintai keterangan. Dia hanya mengatakan, jika minggu ini ada pemeriksaan lagi terkait kasus di PDAU Nganjuk.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #penyelidikan #radar nganjuk #pdau nganjuk