Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

DB Serang 17 Kecamatan di Kota Angin

adi nugroho • Rabu, 2 Maret 2022 | 00:18 WIB
db-serang-17-kecamatan-di-kota-angin
db-serang-17-kecamatan-di-kota-angin


NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kasus demam berdarah dengue (DBD) perlu menjadi perhatian dan kewaspadaan kita semua. Pasalnya, kasus yang diakibatkan oleh nyamuk aedes aegypti tersebut terjadi hampir di seluruh kecamatan Kota Angin.


“17 kecamatan sudah ada kasus DB. Hanya ada tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Lengkong, Ngetos, dan Sawahan yang belum ada kasus DB,” ujar Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Nganjuk I Ketut Wijayadi kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.


Untuk 17 kecamatan yang  dilaporkan ada kasus DBD ini mulai awal tahun hingga pertengahan Februari 2022. Dari data di Dinkes Nganjuk, kasus terbanyak tercatat berada di Kecamatan Nganjuk dan Tanjunganom. Dari kedua kecamatan tersebut sama-sama dilaporkan ada 13 kasus DBD.


Tidak hanya tinggi dalam angka kasus DBD saja. Di Kecamatan Nganjuk juga tercatat menduduki urutan pertama dalam kasus demam dengue (DD). Tercatat, kasus DD di Kecamatan Nganjuk ada sebanyak 37 kasus. Disusul dengan Kecamatan Loceret sebanyak 33 kasus.


Dari sebaran data tersebut, pihaknya menyimpulkan bahwa kasus DBD di Kota Angin tidak sampai terbentuk klaster. Terlebih, jika dilihat dari kasus meninggal dunia karena sudah kritis. “Total meninggal dunia 4 orang. Dari Kecamatan Baron, Berbek, Gondang, dan Prambon. Tidak ada klaster di sini,” tutur pria yang akrab disapa Ikrom.


Sejatinya dengan tidak ada klaster tersebut, fogging bukanlah menjadi solusi utama. Yang paling penting menurut Ikrom adalah menjalankan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus dan menjaga lingkungan masing-masing. Mulai dari rumah hingga kawasan tempat tinggal.


“PSN 3M Plus ini sangat penting. Mari kita jaga diri dan keluarga masing-masing dengan menggalakkan PSN,” tandas pria berdarah Bali tersebut.


Untuk diketahui, total jumlah kasus DBD di Kota Angin pada bulan Januari tercatat ada sebanyak 111 kasus. Sedangkan di bulan ini, hingga pertengahan Februari hanya tercatat sebanyak 10 kasus saja. Sehingga, jika ditotal dari awal tahun hingga berita ini diturunkan jumlahnya menjadi 121 kasus.


Dari jumlah kasus yang tercatat tersebut, ada 25 kasus di antaranya yang dilaporkan sampai masuk masa kritis. Empat orang tidak bisa tertolong. Sisanya, berhasil disembuhkan. “Langkah cepat harus diambil. Kebanyakan dibawa ke RS sudah dalam kondisi kritis,” terangnya.


Menurut keterangannya, temuan kasus penderita DBD yang meninggal dunia tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Antara lain di Kecamatan Baron, Berbek, Gondang, dan Prambon. Keempat korban baru dibawa ke RS saat kondisinya sudah kritis.


Selain melakukan pendataan kasus DBD, pihaknya juga menggencarkan pendataan kasus demam dengue (DD). Kasus DD sendiri tercatat ada sebanyak 281 di awal tahun ini. Hanya saja, kasus DD dikatakannya relatif lebih ringan dibandingkan DBD.

Editor : adi nugroho
#penyakit #kabar nganjuk #radar nganjuk #aedes aegypti