Situs Berusia Ratusan Tahun di Kras Dirusak

adi nugroho • Dipublikasikan Kamis, 10 Februari 2022 | 17:19 WIB
situs-berusia-ratusan-tahun-di-kras-dirusak
situs-berusia-ratusan-tahun-di-kras-dirusak




KRAS, JP Radar Kediri– Watu Gilang, situs peninggalan raja kedua Kerajaan Kadiri, dirusak orang tak bertanggungjawab. Benda diduga purbakala di Dusun Pucung, Desa Jambean, Kecamatan Kras itu ditemukan pecah tiga bagian di ujung batu.



Ketua RT 5/1 Dusun Pucung Sujarot mengatakan, baru mengetahui kerusakan di area situs kemarin pagi. “Tadi baru dapat info dari Pak Lurah (kepala desa, Red) dan ada petugas kepolisian ke sini,” ujarnya.



Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Jarot mengaku, tidak mengetahui kejadian perusakan tersebut. Apalagi sebelumnya belum pernah ada laporan dari warganya, yang juga kebetulan masih satu lokasi RT dengan wilayah yang dipimpinnya, tidak menyukai adanya situs Watu Gilang tersebut.



“Sepertinya dari orang luar. Namun kami serahkan ke petugas kepolisian saja,” terang pria berusia 56 tahun ini.



Bahrudin, 44 warga Pucung, mengatakan saat itu sedang membersihkan kebun milik kepala desa yang berada tepat di samping situs. Ia kaget, pojok kanan situs pecah. “Dan pecahnya seperti dipukul atau disengaja,” kata dia.



Melihat kondisi situs rusak, selanjutnya Bahrudin melapor ke kades. “Waktu itu saya pas bakar sampah terus lihat Watu Gilang rusak, bagian yang patah saya kira dibawa pelaku, ternyata dibuang di sawah sekitar lokasi,” akunya.



Batu berbentuk ambang pintu, yang terdapat tanda yang menunjukkan masa di abad sekitar 12 masehi itu terlihat patah bagian ujungnya. Di sekitar situs tersebut juga terdapat bekas lecet dan pecahan kecil yang berada pada dua bagian. Yaitu di tengah dan di ujung sekitar patahan. Hal itu diduga akibat benturan benda tumpul atau martil.



Mendengar kerusakan cagar budaya itu, petugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri mengaku telah datang untuk melihat situs tersebut. Mereka menyayangkan kejadian tersebut.



Untuk langkah terdekat, Kabid Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko mengatakan, telah melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib dan BPCB Trowulan. “Tim sudah cek dan nanti ada penyelamatan dari BPCB Trowulan. Untuk waktunya, kami sedang berkoordinasi lebih lanjut,” ungkapnya. (syi/ndr)



Editor : adi nugroho
radar kediri kabupaten kediri berita terkini kediri info kediri info terkini berita kediri