KOTA, JP Radar Kediri– Pemasukan daerah dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) ditarget mencapai Rp 29,65 miliar pada tahun ini. Angka itu sama dengan target tahun sebelumnya (2021).
Target tersebut terdistribusi ke 94.262 surat pemberitahuan pajak tertuang (SPPT) yang tersebar di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Kota Kediri, Kecamatan Pesantren, dan Kecamatan Mojoroto.
Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Kediri Sugeng Wahyu Purbakelana mengatakan, pencapaian awal tahun ini pada Januari lalu itu terbilang baik. Realisasinya sudah mencapai Rp 318,87 juta. Sebagian kelurahan sudah ada yang lunas.
“Pembayaran PBB ini sudah kami permudah,” ujar Sugeng kepada Jawa Pos Radar Kediri. Untuk mendekatkan program ini ke masyarakat, Pemkot Kediri sudah menyiapkan beragam aplikasi yang bisa digunakan untuk pembayaran.
Misalnya, membayar lewat aplikasi online Tokopedia, Gopay, hingga Ovo. Bukan itu saja, pembayaran bisa pula lewat minimarket seperti Indomaret dan Alfamart. Kemudian bisa lewat perbankan, yakni Bank Jatim dan BNI. Terakhir bisa melalui kantor pos.
“Dengan cara ini, harapannya masyarakat di Kota Kediri bisa lebih enteng. Tidak harus membayar ke kelurahan,” papar Sugeng.
Bukan itu saja, upaya lain yang dilakukan BPPKAD adalah dengan sistem jemput bola. Petugas turun keliling ke masyarakat. Sayangnya, saat ini tren kasus korona semakin meningkat sehingga mengganggu mobilitas petugas keliling ke kampung-kampung.
Sugeng mengakui, melonjaknya kasus Covid-19 di masa pandemi ini ikut memberi dampak pada pemasukan PBB. Selain terkendala karena tidak bisa menjalankan mobiltas dengan mobil keliling, pandemi ini juga mempengaruhi ekonomi warga.
“Aktivitas mobil kelilingnya kita kendorkan, ini untuk menghindari munculnya kerumunan,” paparnya.
Sugeng menilai, minat wajib pajak membayar di program mobil keliling terbilang tinggi. Karena itu, perpaduan digital dengan tradisional tetap dijalankan untuk mendapatkan pemasukan yang maksimal.
Meningkatnya tren kasus korona ini secara tidak langusung pasti akan berdampak pada pemasukan. Meski begitu, Sugeng tetap optimistis pelunasan PBB tahun ini bisa berjalan secara maksimal. Terutama menggencarkan pembayaran lewat aplikasi online. Salah satu upayanya adalah percepatan SPPT yang sudah didistribusikan semuanya pada awal Februari lalu.(rq/ndr)
Editor : adi nugroho