Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Bantu Bongkar Rumah Terakhir di Tarokan

adi nugroho • Rabu, 9 Februari 2022 | 18:47 WIB
warga-bantu-bongkar-rumah-terakhir-di-tarokan
warga-bantu-bongkar-rumah-terakhir-di-tarokan


KABUPATEN, JP Radar Kediri – Tuntas sudah pembongkaran rumah-rumah dan bangunan di lahan bandara. Kemarin, satu rumah yang dirobohkan. Bangunan yang ada di Dusun Bulusariselatan, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan itu menjadi rumah terakhir yang dibongkar. Kini, semua area calon bandara tersebut sudah bersih dari bangunan apapun.


Proses pembongkaran  berlangsung lancar di bawah pengawalan puluhan polisi dari Polres Kediri Kota dan Polsek Tarokan. Ahli waris pemilik rumah-Nyamin-juga hadir. Juga kuasa hukum pemrakarsa bandara.


“Kami justru sifatnya membantu. Sebelumnya, anak-anak Pak Nyamin sudah membawa barang-barang mereka. Jadi prosesnya cepat dan suasananya pun adem-ayem,” terang Emi Puasa Handayani, kuasa hukum pemrakarsa bandara.


Dalam pembongkaran kemarin, Parto-ahli waris-dibantu warga dan pekerja yang dikerahkan pihak pemrakarsa bandara lebih dulu membongkar secara manual. Terutama menurunkan genting dan membongkar kayu yang masih bagus. Setelah itu, tembok rumah dirobohkan dengan alat berat.


Rinni Puspitasari, kuasa hukum yang lain, mengatakan sejak awal Nyamin  tidak menggunakan haknya menggugat. Karena itu langsung dilakukan konsinyasi setelah pengadilan memutuskan.


“Konsinyasi sudah sejak Januari, karena ini berbeda dengan 17 KK yang sempat menggugat dulu,” ujar Rinni yang ditemui di lokasi.


Sebelum pengosongan lahan tersebut dilakukan, terlebih dulu dibacakan surat yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Pengosongan tersebut berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri bertanggal 31 Desember 2021 nomor 1/Pdt.P-Kons/2021/PN. Keluarga Nyamin sepakat melepas lahan seluas 1.080 meter persegi dengan harga Rp 2,16 miliar.


Sementarai itu, Parto, 56, mengatakan dia sudah mendapat pemberitahuan tentang rencana pembongkaran itu sejak lama. Hanya saja, sang ayah memang sudah meninggal dua tahun lalu. “Karena itulah rumah memang sudah kosong sejak dua tahun lalu,” terang lelaki yang tinggal di Dusun Bulusari, dusun lain di desa yang sama.


Lelaki yang kemarin berkaus lengan panjang warna merah itu mengatakan, uang konsinyasi sudah diterima oleh anak-anak Nyamin. Termasuk dirinya yang merupakan anak sulung. “Ini juga sudah komunikasi dengan anak-anak Nyamin yang lain juga,” kata lelaki berambut tipis itu.


Parto menjelaskan, isi dan perabotan di dalam rumah sudah diboyong sejak Senin (7/2) sore hingga dinihari kemarin. Sekitar pukul 08.00 pembongkaran yang dibantu oleh pihak pemrakarsa bandara tersebut berlangsung. Hingga selesai pada pukul 12.00.(syi/fud)


 

Editor : adi nugroho
#radar kediri #berita terkini #kediri #info kediri #bandara #info terkini #berita kediri