NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tiga rumah di Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk terancam ambrol. Rumah itu milik Suparmin, 65, Parmin, 50, dan Dakun, 60. Bahkan, kandang dan dapur milik Suparmin sudah lenyap karena ambrol. Hal yang sama dialami Dakun. Kandang dan dapurnya amblas karena longsor.
Menurut Suparmin, dapur rumahnya yang ambrol tersebut sekitar 4x6 meter. Kemudian, kandang sekitar 4 meterx4 meter juga lenyap. Kejadian tersebut terjadi sekitar satu minggu lalu. Saat aliran Sungai Widas sedang deras.
Tak hanya dapur Suparmin yang ambrol karena abrasi tersebut. Dakun, tetangganya juga mengalami hal yang serupa. Dapur rumah Dakun bahkan ambles sekitar 3-4 hari yang lalu. Praktis, bagian belakang rumah tetangganya yang berjajar tersebut menganga.
Sedangkan rumah bagian belakang Parmin, tetangga lainnya masih utuh. Hanya saja, tanah yabng tergerus sudah sangat mepet dengan tembol belakang rumah. Jaraknya, kurang dari satu meter. “Saya takutnya kalau sewaktu-waktu bisa ambrol lagi,” ujar Suparmin.
Saat ini, Suparmin berharap, dinas terkait segera memberikan solusi atas bencana yang dialaminya dan dua tetangganya. Pasalnya, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. Terlebih, total panjang tanah yang mengalami longsor mencapai lebih dari 20 meter. “Takutnya rumah juga longsor dan memakan korban jiwa,” ujarnyanya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo mengatakan, telah memonitor longsor di Desa Kedungsuko, Kecamatan Nganjuk. Bahkan, dia telah melakukan asesmen dan pemantauan di lapangan.
Hanya saja, untuk perbaikan tersebut memang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Karena itu, dinas PUPR telah berkoordinasi dengan BBWS Brantas. “Kami terus koordinasi dengan BBWS Brantas agar segera ditangani,” ujarnya.
Gunawan menegaskan, dinas PUPR akan berusaha keras agar masalah itu segera ditangani. Karena warga yang terdampak adalah warga Kota Angin. “Kami akan perjuangkan agar warga Nganjuk tidak menjadi korban,” pungkasnya.
Editor : adi nugroho