Kabupaten Nganjuk memiliki dua kelenteng. Yaitu, Kelenteng Poo San Sie di Desa Kudu, Kecamatan Kertosono dan Kelenteng Hok Yoe Kiong Sukomoro. Di dua kelenteng tersebut memiliki dewa utama yang sama, yaitu Kongco Kong Tik Tjoen Ong.
Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau Kelenteng Poo San Sie di Desa Kudu, Kecamatan Kertosono menjadi kelenteng tertua di Kabupaten Nganjuk. Kelenteng ini berdiri pada tahun 1.825. Pada 13 Desember 2021 lalu, kelenteng ini sudah berusia 196 tahun. “Tahun 2025 nanti Kelenteng Poo San Sie akan genap dua abad,” ujar Hendro Sugiarto, salah seorang pengurus TITD Poo San Sie.
Sejak awal berdiri, Kelenteng Poo San Sie menjadi tempat beribadah umat. Tak hanya umat di Kertosono tetapi umat luar daerah juga selalu mampir ke Kelenteng Poo San Sie. Karena itu, lokasi kelenteng berada di sebelah barat Sungai Brantas. “Dulu itu transportasi menggunakan perahu di Sungai Brantas,” ujarnya.
Sebagai kelenteng yang sudah hampir dua abad, Hendro mengatakan, pengurus dan umat berusaha keras menjaganya. Sehingga, Kelenteng Poo San Sie bisa tetap digunakan umat untuk beribadah. "Ini adalah warisan leluhur yang harus kita jaga bersama," imbuhnya.
Sebagai TITD, Kelenteng Poo San Sie memiliki banyak dewa. Namun, dewa utama di kelenteng ini adalah Kongco Kong Tik Tjoen Ong. Dewa ini merupakan dewa yang diyakini memberikan berkah melimpah. Oleh karena itu, umat yang bersembahyang di sana selalu meminta keberkahan serta kemakmuran kepada Kongco Kong Tik Tjoen Ong. Ini sesuai dengan nama Kelenteng Poo San Sie yang berarti tempat ibadah untuk meminta keberkahan (keselamatan, kesehatan dan kemakmuran).
Hari kebesaran Kongco Kong Tik Tjoen Ong adalah tanggal 22 bulan 8 Imlek. Sedangkan hari kelahirannya diperingati pada tanggal 22 bulan 2 Imlek. Kong Tik Tjoen Ong sendiri merupakan dewa yang memiliki kedudukan tinggi dan banyak dipuja di kelenteng-kelenteng seluruh dunia. “Termasuk, Indonesia dan Singapura,” ujar pengurus yang telah berusia 72 tahun ini.
Total, ada 13 patung dewa yang ada di Kelenteng Poo San Sie. Semuanya dijaga dengan baik oleh pengurus setempat. Termasuk dengan kebersihan kelenteng itu sendiri. Selalu dibersihkan secara rutin. "Ritual memandikan patung atau Kim Sin dilakukan setahun sekali. Setiap tanggal 24 bulan 12 Imlek. Tapi untuk tahun ini di TITD Poo San Sie tidak melaksanakan karena pandemi Covid-19 belum berakhir," papar Hendro.
Editor : adi nugroho