Hujan Tiga Jam, Puluhan Rumah di Kelurahan Campurejo Terendam Air Bah
Sungai Kedak Meluap, Empat RT Terdampak//
KOTA, JP Radar Kediri - Hujan deras yang mengguyur Kota Kediri pukul 15.00 hingga pukul 18.00 kemarin (20/12) membuat sungai Kedak meluap. Akibatnya, air bah membanjiri puluhan rumah di empat RT Kelurahan Campurejo, Mojoroto.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, banjir terjadi mulai pukul 17.00. Air setinggi lutut orang dewasa menggenangi RT 10, RT 12, RT 13, dan RT 15 di Kelurahan Campurejo. Ketinggian air di empat lingkungan itu bervariasi. Mulai 20 sentimeter hingga 60 sentimeter. Akibatnya, banyak rumah yang terendam.
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri Indun Munawaroh mengungkapkan, penyebab banjir karena intensitas hujan yang deras dan merata dari hulu sampai ke hilir selama dua hari ini. "Ketinggian genangan air mulai dari 20 hingga 60 sentimeter," akunya.
Terkait penanganan banjir Campurejo, Indun mengaku sudah mengerahkan anggotanya untuk melakukan asesmen kepada warga terdampak. Meski air bah masuk ke dalam rumah, menurut Indun tidak ada warga yang dievakuasi. Sebab, semua dinilai masih dalam kondisi aman.
Hanya saja, lumpur yang terbawa air bah membuat ruas jalan di Kelurahan Campurejo licin. Merespons hal tersebut, BPBD langsung membersihkan area yang terkena lumpur. "Kami bekerja sama dengan PMK Kota Kediri (Petugas Memadamkan Kebakaran, Ree) untuk menyemprotkan air membersihkan lumpur," urainya.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kediri, sekitar pukul 21.00 tadi malam, genangan air sudah surut. Beberapa warga terlihat membersihkan sisa-sisa lumpur yang di dalam rumahnya. Supodo, 61, warga RT 15 Kelurahan Campurejo menuturkan, lingkungannya memang menjadi langganan banjir setiap musim hujan. "Kalau sungai dari gunung (Wilayah Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Red) mengalir deras, pasti di sini banjir," paparnya.
Beruntung banjir tidak sampai masuk ke seluruh rumahnya. Melainkan hanya masuk ke dapur dan kamar mandi. Meski demikian Supodo tetap kesulitan karena air bah masuk ke dalam sumur.
Akibatnya, air menjadi keruh dan tidak bisa dikonsumsi. "Ini yang susah pasti airnya keruh, dan kesulitan buat sehari-hari. Semoga saja tidak sampai lama keruhnya," harapnya. (ica/ut)
Editor : adi nugroho