Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rawan Tercemar, Perhutani Tutup Sumber Klewer

adi nugroho • Selasa, 23 November 2021 | 20:56 WIB
rawan-tercemar-perhutani-tutup-sumber-klewer
rawan-tercemar-perhutani-tutup-sumber-klewer


KABUPATEN, JP Radar Kediri-Perhutani KPH Kediri telah menutup Sumber Klewer sejak awal 2021. Meski demikian, keelokan alamnya membuat pengunjung tetap datang ke objek yang dilindungi tersebut. Padahal, kedatangan wisatawan ke sana berpotensi mencemari aliran air yang dikonsumsi ratusan kepala keluarga (KK) warga di bawahnya. 


          Asisten Perhutani (Asper) Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kediri Soni Santoso mengungkapkan, Sumber Klewer kerap didatangi wisatawan karena bentuknya yang unik dan airnya jernih. “Sekarang tidak boleh lagi ada yang berwisata di sana,” ujar pria asal Malang itu.


          Lebih jauh Soni menjelaskan, di atas Sumber Klewer terbentang sungai sepanjang tujuh kilometer. Sedikitnya, ada tiga desa yang memanfaatkan sumber air di sana. Yakni, Desa Selopanggung, Desa Puhsarang, dan Desa Kanyoran di Kecamatan Semen.


          Soni menjelaskan, penutupan sumber dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sehingga, air yang dikonsumsi ratusan KK warga itu tidak tercemar untuk umum.


          Sayangnya, meski sudah ditutup sejak awal tahun ini, tetapi masih ada saja pengunjung yang nekat datang ke sana. Bahkan, belakangan Sumber Klewer sempat dikenalkan sebagai objek wisata baru di media sosial. “Sumber Klewer ditutup untuk umum. Kami sudah memasang plang larangan menuju ke lokasi,” tegasnya.


          Karena itu pula, Soni menyebut Perhutani KPH Kediri akan menegakkan aturan dengan ketat. Jika ada pengunjung yang nekat ke sana, akan diancam dengan pidana penjara 10 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.


          “Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Manfaatnya untuk masyarakat kita juga,” papar Soni.


          Terpisah, Wawan, 19, pengunjung asal Semen mengaku tidak tahu jika ada larangan mendatangi Sumber Klewer. Dia tertarik mengunjungi sumber itu karena penasaran setelah membaca pemberitahuan di media sosial.


          Apakah dirinya tidak melihat papan larangan di dekat sumber? Wawan sempat mengira jika larangan itu terkait kondisi pandemi Covid-19. Apalagi, sejak 2020 lalu banyak lokasi wisata banyak yang tutup karena meledaknya korona. “Sekarang sudah tahu kalau dilarang, ya tidak akan kesana lagi,” imbuhnya. (rq/ut)


 

Editor : adi nugroho
#radar kediri #kediri #alam