KABUPATEN, JP Radar Kediri – Pemkab Kediri mematok penurunan angka stunting. Menyusul meningkatnya anggaran dari Pemerintah Pusat untuk Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) tahun depan.
Peningkatannya juga tergolong tinggi, hampir dua kali lipat dibanding yang diterima tahun ini. Pada 2022 mendatang, Pusat menyalurkan Rp 14 miliar untuk dinas ini.
“Tahun lalu anggaran dari Pusat untuk kami mencapai Rp 7,9 miliar,” terang Kepala DP2KBP3A dr Nurwulan Andadari, yang ditemui usai mengikuti rapat pembahasan raperda di DPRD Kabupaten Kediri kemarin.
Salah satu faktor yang membuat kucuran tersebut naik drastis adalah persoalan stunting. Pemkab digenjot agar terus mengurangi angka stunting. Menurut Anda, panggilan sang kepala dinas, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memprioritaskan soal penurunan angka stunting.
Di Kabupaten Kediri hingga saat ini masih memiliki angka stunting 14 persen. Targetnya, untuk tahun berikutnya, dengan tambahan anggaran itu angkanya bisa ditekan hingga angka 10 persen. Anda menegaskan, upaya melawan stunting akan dilakukan dengan lebih sungguh-sungguh lagi.
Angka stunting di Kabupaten Kediri sebenarnya tidak tergolong tinggi. Bila dibandingkan angka stunting provinsi yang mencapai 26 persen. Meskipun begitu, Anda ingin memotong angka stunting agar lebih kecil lagi.
Berdasarkan data kasar, satu desa di Kabupaten Kediri bisa menyumbangkan 10 anak stunting. Ada yang lebih. Sehingga, dari total 344 desa, setidaknya ada 3 ribu anak yang masih mengalami stunting.
“Dari jenis penanganannya melalui intervensi sejak dini,” terang perempuan dengan rambut sebahu ini.
Pihak DP3KBP3A akan melakukan sosialisasi hingga konseling ke pasangan yang hendak menikah. Karena akar dari stunting bisa dicegah sebelum pasangan itu menikah.
“Paling tinggi, kami catat sementara dari pola hidup pengasuhan anak yang kurang baik dari orang tua. Makanya, dari Dinkes dan DP3KBP3A ini terus bersinergi untuk mengentaskan angka stunting ini,” pungkasnya.
Salah satu yang paling memengaruhi stunting adalah pola makan, pola hidup anak, dan lingkungan. Tahun depan sosialisai dan pengawasan hal tersebut kepada pasangan yang akan menikah bakal diperketat.(syi/fud)
Editor : adi nugroho