Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rumah Dipatok, Puluhan KK Desa Bakalan Bingung

adi nugroho • Jumat, 29 Oktober 2021 | 19:51 WIB
rumah-dipatok-puluhan-kk-desa-bakalan-bingung
rumah-dipatok-puluhan-kk-desa-bakalan-bingung


KABUPATEN, JP Radar Kediri–Sebanyak 22 kepala keluarga (KK) warga di Desa Bakalan, Grogol kebingungan. Pasalnya, rumah mereka mendadak dipasang patok tol Kediri-Kertosono. Padahal, dalam sosialisasi yang digelar 2019 lalu, rumah mereka tidak terdampak.


          Puluhan KK yang rumahnya terdampak tol itu merupakan warga RT 01/I Desa Bakalan. “Ini (pemasangan patok di rumah, Red) tidak sesuai dengan omongan awal (sosialisasi tahun 2019, Red),” kata Soleh, 47, warga setempat.


          Dalam sosialisasi 2019 lalu, ruas tol dari Desa Ngablak, Banyakan akan langsung mengarah ke sebelah barat. Yakni, menuju Dusun Balekambang, Desa Bakalan, Grogol. Jika sesuai pemberitahuan tersebut, rumah Soleh dan puluhan KK lainnya tidak terdampak.


          Karenanya, begitu tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memasang patok tol di rumah mereka beberapa hari lalu, Soleh dan puluhan KK warga lainnya mengaku kaget dan bingung. “Tidak ada lagi sosialisasi setelah itu (2019, Red),” jelas Soleh.


          Beberapa tetangganya menurut Soleh sempat menanyakan langsung pematokan yang dilakukan petugas. Mereka juga membenarkan jika hal tersebut terkait proyek tol Kediri-Kertosono.


          Untuk diketahui, patok tol dipasang di beberapa lokasi. Jika patok tol di rumah Soleh dipasang di pelataran rumah, tol di beberapa rumah lainnya ada yang dipasang di dalam rumah. Seperti di rumah Endang yang patok dipasang di dalam kamar. “Dipasang sejak Minggu (24/10). Ya seperti ini,” lanjut Soleh menunjukkan patok di rumah Endang.


          Berdasar hitungan warga, sedikitnya ada 22 KK warga yang rumahnya dipasang patok tol. Tak hanya kebingungan karena mereka belum mendapat sosialisasi yang jelas, warga juga mulai memikirkan nasib mereka setelah proyek dimulai. “Bagaimana nanti masih belum tahu,” sahut Jamiran, 71, yang saat pematokan berlangsung tengah berada di rumah menantunya di Tarokan.


          Terpisah, Kades Bakalan Supriono yang mendampingi pemasangan patok juga mengaku tidak tahu titik mana saja yang akan dipasang patok. Meski demikian, menurutnya warga secara garis besar sudah tahu jika Desa Bakalan akan terdampak tol.


          Meski demikian, seperti halnya warga, dia juga tidak tahu lokasi pasti pembangunan tol. Hingga kemarin menurut Supriono pihaknya belum mendapat tembusan tentang detail lokasi tol. “Masih belum ada pemberitahuan lebih lanjut,” bebernya.


          Seperti diberitakan, pemasangan patok di Kabupaten Kediri dilakukan sejak Sabtu (23/10) hingga Senin (25/10) lalu. Setelah memasang patok di wilayah Kediri, Kementerian PUPR ganti memasang patok di wilayah Nganjuk.


          Di Kabupaten Kediri, patok dipasang lima desa terdampak. Mulai Desa Bakalan, Kecamatan Grogol. Serta, empat desa di Kecamatan Banyakan. Yakni, Desa Sendang, Ngablak, Banyakan, dan Maron. Total ada 322 bidang tanah di lima desa, seluas 38,79 hektare yang akan menjadi lokasi proyek tol. (syi/ut)


 


Pertanyakan Proyek Tol:


-Puluhan KK warga yang rumahnya terpasang patok tol kebingungan karena realisasi berbeda dengan sosialisasi tahun 2019


-Warga yang rumahnya terdampak tol mulai memikirkan tempat tinggal mereka setelah proyek dimulai


-Hingga akhir Oktober Kementerian PUPR belum melakukan sosialisasi tentang pengadaan tanah.

Editor : adi nugroho
#radar kediri #kediri #desa bakalan