PLEMAHAN, JP Radar Kediri – Suara riuh terdengar dari puluhan anak dari Pondok Pesantren Ponpes Roudlotul Ibaad yang sedang bersepeda. Dengan sepeda yang berhias warna-warni, para santri cilik itu menyusuri jalanan di Desa Ngino.
Semangat mereka tak luruh meskipun cuaca sangat terik. Mereka mampu melahap rute sejauh tiga kilometer dengan keceriaan.
Parade sepeda hias tersebut dilakukan dalam rangka peringatan Hari Santri yang jatu Jumat (22/10) lalu. “Senang sekali karena bisa jalan jalan bersama teman,” ujar Naila, salah satu santri yang mengikuti parade sepeda hias.
Bocah perempuan berusia delapan tahun ini menaiki sepeda mini berwarna merah muda. Sepeda itu semakin meriah dengan tempelan kertas klobot warna-warni. Yang membedakan dengan milik teman-teman lainya, di sepedanya terdapat sebuah bunga berukuran besar di bagian setang.
“Yang menghias sepeda ayah,” imbuhnya. Bocah yang duduk di kelas dua SD ini bersama dengan teman-temannya tidak terlihat lelah meski baru saja bersepeda mengelilingi dua dusun.
Rute parade tak hanya melewati jalanan di tengah perkampungan. Namun juga rumah warga dan sawah. Masyarakat sekitar terlihat menunggu di depan rumah ketika rombongan sepeda hias ini lewat.
Basori Alwi, pengurus pondok pesantren, mengatakan bahwa pawai sepeda hias ini dalam rangka mengenang perjuangan santri dulu untuk menuntut ilmu. “Sepeda sendiri adalah kendaraan santri, sehingga dalam pawai sepeda hias ini mereka dapat mengenang,” ujar Basori.
Dalam pawai sepeda hias yang berlangsung kemarin, setidaknya yang mengikuti kurang lebih 150 anak. Agar lebih semangat sepeda mereka juga dinilai, dan mendapatkan hadiah. Meski persiapan begitu singkat, namun mereka sangat antusias terlihat dari hasil karya mereka yang unik. (ara/fud)
Editor : adi nugroho