Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ribuan Pemain Jaranan di Kota Kediri Tak Lagi "Puasa"

adi nugroho • Kamis, 23 September 2021 | 18:35 WIB
ribuan-pemain-jaranan-di-kota-kediri-tak-lagi-puasa
ribuan-pemain-jaranan-di-kota-kediri-tak-lagi-puasa

Hampir dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19, ribuan pemain jaranan di Kota Kediri yang sebelumnya “puasa” bisa segera pentas lagi. Syaratnya, mereka harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jika tidak mematuhi, pertunjukan bisa dihentikan sewaktu-waktu.


          Keputusan itu ditelurkan setelah Aliansi Seniman Kediri mendatangi Pemkot Kediri kemarin siang. Mereka mengadukan nasib sekitar 7.000 pemain jaranan yang harus kehilangan mata pencahariannya selama pandemi Covid-19. Sebab, ratusan grup jaranan di Kota Kediri tidak boleh pentas.


          Koordinator Aliansi Seniman Kediri Moh. Hanib mengungkapkan, selama pandemi perekonomian seniman jaranan terpukul. “Agar bisa memenuhi kebutuhan hidup, tidak sedikit pelaku seni yang menjual peralatannya dengan harga murah,” kata Hanib.


          Selain menjual peralatan kesenian, ada juga yang beralih pekerjaan agar dapurnya tetap mengepul. Di antaranya dengan menjadi penjual makanan dan pekerjaan lainnya. Berbagai fakta tersebut kemarin disampaikan Hanib dan seniman lain di depan Wali Kota Abdullah Abu Bakar di balai kota


          Hanib meminta agar sekitar 150 grup jaranan yang anggotanya mencapai ribuan orang itu diberi kesempatan untuk tampil kembali. “Selama ini warga yang ingin tanggapan masih takut karena aturan PPKM,” lanjutnya.


          Dalam kesempatan kemarin, Hanib mengaku siap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Termasuk untuk pemain jaranan. Jika biasanya pemain jaranan yang kesurupan dipulihkan dengan semburan air dari mulut, nantinya hal itu dihapus.  


Wali Kota Abdullah Abu Bakar yang kemarin didampingi Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi, dan Dandim 0809 Letkol Inf Rully Eko Suryawan menyetujui digelarnya kembali pertunjukan jaranan di Kota Kediri. Syaratnya, harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan sudah divaksin. “Jumlah penonton dibatasi 50 persen,” kata Abu sesuai persyaratan PPKM level 2.


Tak hanya pelaku seni, Abu meminta penonton dan warga yang menggelar hajatan juga ikut bertanggung jawab. Karenanya, bapak empat anak itu meminta komitmen dari para pelaku seni. Mereka harus menjaga jarak saat tampil. Selnjutnya, memakai masker atau face shiled.


Adapun durasi waktunya maksimal 3-4 jam. “Pentas diwajibkan out door agar pemantauan penonton lebih mudah,” lanjut Mas Abu sembari menegaskan pentas harus digelar siang hari. Pemain juga akan diambil sampel swab-nya untuk memastikan tidak terpapar Covid-19.


Bagaimana untuk yang punya hajatan dan penonton? Karena ini jadi tanggung jawab bersama, semua wajib mematuhi protokol kesehatan. Selain menyiapkan peringatan mematuhi prokes, pemain harus bersedia menghentikan pertunjukan jika ada penonton yang tidak bermasker.


“Yang punya hajatan wajib menegur pelaku seni yang tak taat prokes. Semua aturan itu sudah disepakati bersama,” tandas Mas Abu menegaskan pelaku seni wajib mengurus surat pemberitahuan ke Satgas Coid-19 Kota Kediri. Baik tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten. (rq/ut)


 


 


 


 

Editor : adi nugroho
#pandemi #jaranan #kesenian #kota kediri