NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Panitia uji kompetensi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) formasi guru harus kerja keras. Karena tidak semua peserta tes familiar dengan komputer. Apalagi, tes menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). “Yang bingung tes sistem CAT hanya peserta dengan usia di atas 50 tahun,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Nganjuk Edy Sukarno kemarin.
Namun demikian, persoalan tersebut tidak terlalu berpengaruh. Petugas segera membantu mengoperasikan komputer peserta yang kesulitan. “Hanya sebatas membantu saja. Tidak membantu mengerjakan,” ujar mantan kepala Cabdindik Wilayah Jatim di Tuban dan Bojonegoro.
Untuk pelaksanaan tes selama dua hari ini, pria berkacamata ini mengatakan, masih lancar. Tidak ada kendala teknis. Hanya saja, ada belasan peserta tes yang tidak hadir. Dari 654 peserta tes hari kedua, sebanyak 19 orang tidak hadir. “19 orang tidak hadir tanpa memberi keterangan yang jelas,” ujarnya.
Pelaksaan uji kompetensi PPPK formasi guru ini tetap dilaksanakn di empat titik. Yaitu SMAN 1 Nganjuk, SMAN 3 Nganjuk, SMKN 1 Nganjuk, dan SMKN 1 Tanjunganom. Rencananya, tes akan dilaksanakan hingga Jumat (17/9).
Sementara itu, Nana, 28, salah satu peserta tes PPPK mengatakan, peserta tidak terganggu dengan adanya peserta berusia senja yang kesulitan mengoperasikan komputer. Mereka bisa memahami kondisi tersebut. Sehingga, terpaksa dibantu panitia untuk mengoperasikannya. “Kasihan juga melihatnya,” ujarnya.
Nana mengatakan, dalam tes sistem CAT ini, tidak ada istilah nyontek atau minta bantuan. Karena soal yang dikerjakan banyak dan waktu yang terbatas. Apalagi, dalam satu ruangan tersebut, mereka harus bersaing untuk mendapatkan tempat menjadi PPPK. “Semua berusaha dengan kemampuannya sendiri-sendiri,” pungkasnya.
Editor : adi nugroho