Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bagian dari Sejarah Kediri, Candi Klotok 3 Rusak karena Vandalisme

adi nugroho • Sabtu, 26 Juni 2021 | 21:15 WIB
bagian-dari-sejarah-kediri-candi-klotok-3-rusak-karena-vandalisme
bagian-dari-sejarah-kediri-candi-klotok-3-rusak-karena-vandalisme

KOTA, JP Radar Kediri - Nasib Candi Klotok 3 tak berbeda dengan dua candi lainnya. Beberapa bagian mengalami kerusakan. Sebagian kerusakan itu terjadi akibat perusakan oleh manusia yang oleh arkeolog diistilahkan sebagai vandalisme.


Kondisi itu diketahui setelah tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur selesai melakukan ekskavasi kemarin (25/6). Beberapa kerusakan terlihat di bagian-bagian candi. Selain karena faktor alam, juga akibat ulah manusia.


“Kuat dugaan kalau kerusakan struktur karena vandalisme. Marak terjadi di era kolonilisme,” ujar Nugroho Harjo Lukito, ketua Tim Ekskavasi Candi Klotok BPCB Jatim. 


Dugaan itu bukan tanpa dasar. Nugroho bersama dengan timnya menemukan adanya sisa pripih di bagian depan dan belakang yang sudah rusak. Posisinya bahkan sudah bergeser dari tempat utamanya. Kondisi pripih itu juga tak utuh lagi. Sudah pecah di bagian tengah.


Temuan itu menunjukkan bila ada perburuan atau penjarahan terhadap benda peninggalan masa lalu. Penjarahan ini disebut Nugroho sebagai bentuk vandalisme. 


Lalu, apa yang diburu? Ternyata di kompleks candi itu banyak peninggalan yang sangat berharga dari sisi nilai ekonomis. Seperti ada lempengan emas yang setipis kertas. Di lempengan itu tertera simbol dan mantera. Karena itulah pemerintah kolonial Belanda waktu itu kerap melakukan eksplorasi candi. Yang dimulai di candi-candi Jawa Tengah. 


“Mereka (pelaku vandalisme, Red) tahu jika di dalam candi tersebut tersimpan benda-benda itu,” ujarnya. Karena itu, hampir semua candi yang sudah tersentuh vandalisme bagian tengahnya selalu saja bolong. Sebab, barang berharga itu selalu berada di tengah candi. Mulai dari atas sampai bagian bawah. 


Sementara itu, dari ekskavasi itu semua pripih yang ditemukan sudah diangkat. Tim BPCB berencana melanjutkan ekskavasi tahun depan. Pria yang akrab disapa Nug ini mengklaim, kegiatan ekskavasi ini adalah kelanjutan kegiatan tahun lalu. Sekarang, Candi Klotok 3 sudah tersingkap. 


Untuk menindaklanjuti kegiatan tahun depan, mereka akan meneruskan temuan talud tebing. Posisinya berada di sebelah utara candi. Susunan batanya hanya enam lapis bata merah. Dia memprediksi, ukuran taludnya  sangat panjang. Kemarin baru ditemukan satu meter saja. Sementara untuk bangunan Candi Klotok ketiga itu, bentuknya paling kecil dibanding dua candi lainnya. 


Menurut Nug, ekskavasi peninggalan sejarah masa Kerajaan Kediri ini melanjutkan kegiatan 2020 lalu. Bangunan Candi Klotok ini memiliki tinggi 2,8 meter dengan luas 6x6 meter, dan panjang 5,7 meter. Pripih yang ditemukan ada empat, masing-masing dua di belakang dan depan candi.(rq/fud)

Editor : adi nugroho