Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Proyek Jembatan Mrican: Desain Futuristik Batal gara-gara Hal Ini

adi nugroho • Minggu, 30 Mei 2021 | 01:54 WIB
proyek-jembatan-mrican-desain-futuristik-batal-gara-gara-hal-ini
proyek-jembatan-mrican-desain-futuristik-batal-gara-gara-hal-ini

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Sebenarnya, Jembatan Mrican yang baru nanti disiapkan sebagai salah satu bangunan ikonik Kabupaten Kediri. Desainnya dibuat futuristik dan megah.


Sayang, badai pandami korona mengubah segalanya. Anggaran yang disiapkan berubah. Sebagian terserap untuk program penanggulangan korona alias terkena refocusing.


“Jadi, sebenarnya jembatan Mrican di (Desa) Jongbiru itu kami desain (sebagai) jembatan yang futuristik,” kata Kabid Operasional dan Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Andri Eko Prasetyo kemarin (28/5).


Desain ikonik untuk Jembatan Mrican itu sebenarnya juga sudah selesai dirancang pada 2019 lalu. Dimensi jembatan itu selebar 14 meter dengan panjang lebih dari setengah kilometer, 550 meter. Dengan desain futuristik seperti itu dana kebutuhan (DK)-nya mencapai Rp 70 miliar. Sayang, semuanya batal akibat refocusing anggaran.


Kini, pihak PUPR kembali akan mendesain jembatan tersebut. Tentu saja bentuknya akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. “Kalau panjang tetap, mungkin untuk lebar (menjadi) 10-12 meter,” imbuh Andri.


Konstruksi jembatan akan menggunakan rangka baja, seperti Jembatan Wijaya Kusuma di Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih. Bentuknya pun diperkirakan sama dengan jembatan-jembatan lain yang sudah ada. “Kesan eksotis seperti gambar jembatan yang kami desain akhirnya tidak terpakai,” ungkap ria berperawakan tegap itu.


Untuk diketahui, meskipun sering disebut Jembatan Mrican, jembatan ini menghubungkan dua desa di Kabupaten Kediri. Yaitu Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo dan Desa Jabon, Kecamatan Banyakan. Penyebutan Jembatan Mrican karena awalnya jembatan itu milik PG Meritjan, yang berlokasi di Kota Kediri. Jembatan ini telah roboh Maret 2017. Akibat diterjang banjir Kali Brantas.


Terkait dengan proses pembangunan jembatan nantinya, Andri menegaskan, akan segera dilaksanakan saat anggaran telah ada. Sejauh ini pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat terealisasinya pembangunan Jembatan.


“Kemungkinan Pemkab Kediri akan mendapatkan bantuan konstruksi baja di bagian atas. Sedangkan konstruksi bawah dari pemkab,” terangnya.


Sementara itu, proses pembebasan lahan warga sekitar jembatan juga sudah berlangsung. Dari total keseluruhan petak bidang yang mencapai 123 sebagian sudah dibebaskan. Yaitu sebanyak 68  petak bidang. Sehingga masih tersisa 55 petak bidang. Lahan yang tersisa itu rencananya akan segera dibebaskan setelah ada ketersediaan anggaran.


Semua lahan yang belum dibebaskan itu berada di sisi selatan jembatan. Sedangkan sisi utara sudah berhasil dibebaskan. Karena sisi utara merupakan tanah milik PG Meritjan.


“Kami terkendala anggaran. Kalau anggaran sudah ada kami ajukan pembebasan,” pungkasnya. (wi/fud)

Editor : adi nugroho
#jongbiru #sungai brantas #pemprov jatim #jembatan mrican