NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Pengumuman penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA dan SMK di Kota Angin akan dilaksanakan hari ini. Dalam pengumuman tersebut, siswa tidak perlu langsung datang ke sekolah. Melainkan cukup membuka website ppdbjatim.net.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jatim Wilayah Nganjuk Edy Sukarno mengatakan, pengumuman PPDB bisa dilihat di situs mulai pukul 08.00. Dengan memantau situs tersebut, siswa bisa mengetahui apakah dirinya diterima atau tidak. “Tidak perlu datang ke sekolah (untuk melihat pengumuman, Red),” ujar Edy.
Untuk siswa yang dinyatakan diterima, menurut Edy harus melakukan konfirmasi. Batas waktu konfirmasi adalah sejak pengumuman keluar hingga pukul 23.59 besok.
Edy menegaskan, pengumuman PPDB tahap I sengaja dilakukan secara online. Tujuannya, untuk memudahkan proses PPDB. Mekanisme daring dinilai lebih efektif digunakan di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, dapat menekan potensi kerumunan. “Semua prosesnya kami lakukan secara daring melalui situs PPDB Jatim,” sambung Edy.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk menyebutkan, peserta didik baru jalur afirmasi mayoritas menggunakan surat keterangan tidak mampu dari desa. Padahal, pihaknya sudah menegaskan akan lebih mengutamakan siswa kurang mampu yang memiliki bukti program dari pemerintah.
Seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bukti dokumen program itulah yang menjadi dasar perhitungan dari panitia untuk melakukan pembobotan. “Tetapi dari hasil yang ditemukan, kebanyakan menggunakan surat dadakan dari desa,” tandasnya terkait pendaftar di sejumlah sekolah yang membeludak.
Sementara itu, jika pendaftar program afirmasi membeludak, kuota untuk difabel dan anak buruh masih banyak yang kosong. Kondisi tersebut dialami oleh mayoritas lembaga pendidikan di Kota Angin. Tidak hanya sekolah yang berlabel “pinggiran” saja. Melainkan juga sekolah “favorit”.
Meski kuota untuk difabel hanya tiga persen, dan kuota anak buruh sebesar lima persen, kondisi tersebut membuat pagu PPDB tahap I di mayoritas sekolah di Nganjuk banyak yang kosong.
Editor : adi nugroho