Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BPCB Jatim Kembali Lakukan Penggambaran Candi Tegowangi

adi nugroho • Jumat, 23 April 2021 | 23:49 WIB
bpcb-jatim-kembali-lakukan-penggambaran-candi-tegowangi
bpcb-jatim-kembali-lakukan-penggambaran-candi-tegowangi


KABUPATEN, JP Radar Kediri – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur kembali melakukan eksplorasi pada Candi Tegowangi. Kali ini tim BPCB melakukan lagi pemetaan dan penggambaran terhadap candi tersebut. Pemetaan dan penggambaran itu akan digunakan sebagai data dalam melakukan pelestarian. Termasuk sebagai data penunjang bila nanti melakukan pemugaran.


Pemetaan dan penggambaran kali ini merupakan yang kedua dilakukan oleh BPCB. Sebelumnya juga sudah pernah dilakukan kegiatan serupa. Saat itu yang dipetakan adalah bangunan candi di sisi selatan. Sedangkan kali ini adalah penggambaran untuk hal-hal yang kurang dan denah bagian atas. Juga potongan candi di segala sisi.


Pemetaan dan penggambaran kali ini dilakukan pada bagian candi besar maupun fragmen-fragmennya. Termasuk candi perwara yang berupa motif-motif floral. “Penggambarannya dilakukan per lapis batu,” terang Ketua Tim Pelaksana Kegiatan dari BPBC Jatim Missa Demitawati kemarin (22/4).


Kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak Selasa (20/4). Dilakukan oleh tim yang beranggota tujuh orang. Kemarin, tim tersebut melakukan pengukuran candi secara keseluruhan. Mulai bawah hingga atas. Kemudian diteruskan dengan pencatatan dan penggambaran.


Dari pemetaan dan penggambaran yang dilakukan itu, nantinya bisa dimanfaatkan oleh dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud) ataupun BPCB Jatim. Sebagai data untuk keperluan pengembangan. Termasuk bila akan melakukan pemugaran.


“Misalnya zonasi dan penataan lingkungan,” tambah Missa.


Pemetaan pada candi yang berukuran 11,2 meter dan tinggi 4,35 meter itu berlangsung sembilan hari. Proses penggambarannya diakukan dengan sistem updating. Hasil dari penggambaran secara manual tersebut juga akan digunakan untuk digitalisasi data.


Sementara itu, Kasi Museum dan Purbakala Disparbud Eko Priyanto mengatakan, di wilayah Kabupaten Kediri, termasuk Kecamatan Plemahan sedang bergeliat pengembangan desa wisata. Rencana pengembangan dan pelestarian Candi Tegowangi nanti akan dihubungkan dengan potensi-potensi wisata yang ada di wilayah tersebut. “Termasuk nanti dari Kampung Inggris Pare akan hubungkan dengan potensi wisata sekitarnya,” ujarnya. (c2/fud)

Editor : adi nugroho
#kediri