Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Normalisasi setelah Puluhan Tahun Mangkrak

adi nugroho • Selasa, 20 April 2021 | 23:50 WIB
normalisasi-setelah-puluhan-tahun-mangkrak
normalisasi-setelah-puluhan-tahun-mangkrak


KABUPATEN, JP Radar Kediri – Waduk Pogar yang ada di Dusun Pogar, Desa Tunglur, Kecamatan Badas sudah mangkrak selama berpuluh-puluh tahun. Sebagian lokasinya pun sudah menjadi lahan garapan warga. Kini keberadaan waduk itu akan dihidupkan kembali.  Menghidupkan kembali fungsinya yang telah lama mati itu.


Normalisasi Waduk Pogar itu merupakan proyek Pemkab Kediri. Anggaran yang disiapkan juga tidak sedikit.


“Anggarannya dari pagu sekitar Rp 1,3 miliar,” kata Kabid Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) M. Rofiq kemarin.


Anggaran untuk normalisasi waduk berukuran 100 meter x 80 meter itu diambilkan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Ditujukan untuk pembuatan irigasi dan konservasi air tanah.


Nantinya, waduk akan dikeruk sedalam dua meter dari tangkis. Cerukan itu untuk menampung air yang berlebih saat musim penghujan. Tujuannya agar tidak langsung terbuang ke sungai.


“Agar tertampung di waduk untuk menjadi air tanah,” ujar pria ramah itu.


Dalam kesempatan terpisah, Plt Kadis PUPR Irwan Chandra W.P. menerangkan, proyek normalisasi waduk itu sedang berjalan. Masih dalam proses penggalian tanah. Targetnya akan rampung dua minggu lagi.


“(Setelah selesai penggalian) lalu ditindaklanjuti dengan konstruksi,” terangnya saat ditemui di kantornya kemarin.


Pengerjaan konstruksi itu di area tepi waduk. Yaitu dengan membuat beton agar tidak longsor. Baru setelah pengerjaan konstruksi di tepi waduk itu selesai, pemkab akan melakukan lelang proyeknya.


Terpisah, Kepala Desa Tunglur Mashudi, 48, sebelum dikeruk area waduk sempat ditanami oleh warganya. Hal itu karena waduk yang dangkal dan tidak terisi air. Namun dia menegaskan memang sejak dulu lahan itu merupakan waduk.  Karena ada pendangkalan dan tidak terisi air akhirnya ditanami oleh warga. Itupun tidak satu tahun penuh. Setahun hanya sekali panen saja.


Terkait dengan normalisasi waduk itu Mashudi mengungkapkan, pihaknya memang berencana untuk melakukan pengelolaan waduk tersebut. Agar bisa menjamin ketersediaan air untuk area persawahan di sekitarnya. Selain itu, direncanakan untuk pengembangan objek wisata desa.


“Akan dikembangkan ke arah sana, di situ mungkin wisata desa ada lapak UMKM bisa memanfaatkan apabila nanti bisa dikunjungi wisatawan lokal,” ungkapnya kades yang menjabat dua periode ini. (c2/fud)

Editor : adi nugroho
#kabupaten kediri #badas #kediri #pemerintah