Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mulai Jajal Digitalisasi Pasar Tradisional

adi nugroho • Minggu, 11 April 2021 | 01:35 WIB
mulai-jajal-digitalisasi-pasar-tradisional
mulai-jajal-digitalisasi-pasar-tradisional



KABUPATEN, JP Radar Kediri – Berbagai upaya dilakukan untuk mendongkrak sektor ekonomi yang lesu selama pandemi. Salah satunya dengan konsep pemasaran digital. Termasuk di pasar-pasar tradisional.



Kemarin, program digitalisasi pasar itu dilaunching. Yang menjadi lokasi uji coba di Pasar Papar. Launching dihadiri oleh Wabup Dewi Mariya Ulfa.



“Ke depan, semua pasar diharapkan akan melakukan digitalisasi. Sementara ini masih diuji coba di Pasar Papar,” kata Wabup Dewi.



Menurut Dewi, ada beberapa keuntungan dengan program digitalisasi ini. Di antaranya lebih aman dan mengurangi risiko kehilangan. Karena sistem pembayaran melalui transfer juga mengurangi risiko peredaran uang palsu.



“Jadi uang yang berada di rekening akan lebih aman daripada transaksi manual,” ujarnya.



Apalagi setiap rumah telah memiliki handphone yang berbasis android. Karena itu dia berharap program digitalisasi ini akan meluas ke pasar-pasar lainnya di Kabupaten Kediri.



Sementara itu, salah satu cara belanja digital di pasar adalah melalui website pasar.id. Di Pasar Papar, dari 76 pedagang, 33 di antaranya telah memanfaatkan website tersebut. Hasilnya, diklaim lumayan.  



“Ada kenaikan 25 persen omzet kami setiap harinya,” aku Dewi Maisaroh, 39, admin pasar.id di Pasar Papar.



Pasar Papar merupakan pasar kelas 3 di Kabupaten Kediri. Menurut Dewi, sebelum pandemi rata-rata omzet pedagang berkisar Rp 30 juta per hari. Situasi berubah kala pandemi menerjang. Omzet mereka melorot tajam. Bahkan, ada pedagang yang omzetnya  hingga menjadi 15 juta.



Kehadiran pasar.id itu diakuinya menolong pedagang. Mereka yang menggunakan mengalami kenaikan omzet lagi. Meskipun tak terlalu tinggi. Dalam sehari setidaknya ada 40 pesanan yang dilayani admin. Baik permintaan sembako, sayuran, hingga pakaian.



Program ini diluncurkan Januari lalu. Merupakan perpanjangan program web pasar Pemerintah Pusat September tahun lalu. Sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN).



Proses belanja dengan pasar.id bisa dengan dua cara. Bila mengakses lewat internet akan muncul nama pedagang di pasar yang melayani. Pembeli tinggal melakukan pembayaran dengan cara transfer. Atau, bisa juga langsung ke lapak di pasar. Kemudian men-scan barcode yang ada di kios dan melakukan pembayaran. Setelah itu barang akan dikirim oleh kurir.



Sebelumnya, pemkab juga sudah memulai program digitalisasi ini di acara UMKM Shopping Festival. Dalam program ini setiap produk UMKM dimuat di halaman koran Jawa Pos Radar Kediri (JPRK), website, serta medsos milik JPRK yang sebarannya lokal dan nasional. Dalam sebulan omzetnya mampu menembus Rp 200 juta. (c2/fud)



Editor : adi nugroho
#kabupaten kediri #pasar papar #pemerintah #pandemi #pasar