Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ketika Kasus TBC Turun ketika Korona Menerjang

adi nugroho • Selasa, 30 Maret 2021 | 20:47 WIB
ketika-kasus-tbc-turun-ketika-korona-menerjang
ketika-kasus-tbc-turun-ketika-korona-menerjang


Penyakit TBC tenggelam di tengah keriuhan korona. Padahal penyakit karena bakteri ini sangat berbahaya. Lebih mematikan bila tak diobati secara rutin.



Dua penyakit ini mirip. Sama-sama menyerang paru-paru. Namun satu disebabkan bakteri. Sedangkan yang lain ulah virus.


Sejak dilanda pandemi Maret 2020 lalu, kasus Tuberkulosis (TB/TBC) justru mengalami penurunan. Data dari 2019 ke 2020, jumlah penderita merosot hingga 298 kasus.


Namun, penurunan itu dianggap semu. Karena ada dugaan banyak penderita yang takut pergi ke puskesmas untuk berobat.


Ketakutan itu bukan tanpa alasan. Menurut Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Supriyanto, ciri penderita TB dengan gejala korona mirip. “Mungkin masyarakat masih takut terkonfirmasi positif korona. Padahal semua penyakit ada mekanismenya,” katanya.


Pria yang kerap disapa Hendik ini mengungkapkan ciri penderita TB yang mirip dengan Covid-19. Misalnya, pada penderita ada batuk atau demam. Tentu ada perbedaan dari keduanya. Batuk pada penderita TB biasanya berdahak bahkan disertai dengan darah. Jangka waktunya lebih dari tiga hari. 


Sedangkan batuk untuk gejala Covid-19 adalah batu kering tidak berteriak dan berulang-ulang. Pada Covid-19 biasanya dilanjutkan dengan sakit pada tenggorokan melalui jalur pernapasan. Kondisi itu bisa menyebabkan rasa nyeri pada penderita. “TBC ini disebabkan bakteri sedangkan korona oleh virus,” ucapnya.


Lelaki berkacamata itu juga mengungkapkan perbedaan lainnya adalah demam atau suhu badan panas. Mereka yang mengidap TBC akan merasakan sakit panas di atas 37,3 derajat celsius sampai 38 derajat celsius dalam jangka waktu yang cukup lama. Biasanya bisa sampai dua minggu hingga satu bulan.


Berbeda dengan gejala korona, demam adalah indikasi gejala awal korona. “Suhunya lebih tinggi dari TB,” tuturnya. Biasanya melebihi angka 38 derajat celsius. Karena itu, ketika demam tubuh menjadi lemas dan kepala terasa sakit.


Adanya kemiripan itu yang membuat khwatir penderita TBC datang ke puskesmas. Padahal data yang masuk ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri selama ini lebih banyak dari puskesmas dan rumah sakit.


Selain ciri-ciri itu, orang yang menderita TB ini biasanya mengalami penurunan berat badan. Tubuhnya kurus karena nafsu makan berkurang. Yang paling menonjol adalah sering keluar keringat pada malam hari.


“Yang membedakan dengan korona, TBC ini adalah penyakit kronis. Waktunya cukup lama,” ungkapnya. Untuk pengobatan, TBC membutuhkan waktu sekitar enam bulan dan tidak boleh berhenti. Harus dilakukan secara rutin.


Sejauh ini, masalah yang terjadi penderita TBC mulai jenuh ketika sudah menjalani pengobatan selama dua bulan. Padahal, menurut Hendik, dua bulan pengobatan bisa menonaktifkan bakteri yang ada di dalam tubuh. “Saat itu, badan sudah kembali normal lagi. Obat ditinggalkan,” beber Hendik.


Jika pengobatan tidak dilanjutkan, bakteri sewaktu-waktu bisa kembali aktif. Kondisi seperti ini yang menjadi rawan karena terjadi kekebalan pada obat. Penderita masuk kategori TB Multi Drug Resistance (MDR).


Sementara itu, berbeda dengan korona, penularan TB ini hanya melalui cairan dari hidung ketika bersin dan mulut saat batuk. TB tidak bisa menular dari kontak tangan. “Saat korona seperti ini, kita diwajibkan menggunakan masker. Memakai masker bisa menjadi pemicu turunnya TBC. Tetapi, perlu ada penelitian lebih lanjut,” papar pria berkacamata itu.(rq/fud)


--------------------------------------


Kasus TBC dari Tahun ke Tahun


2018 : 820 kasus


2019 : 867 kasus


2020 : 569 kasus


2021: Februari hingga 20 kasus


-------------------------------------- 


Pandemi Korona, Kasus TBC Turun


Punya Kemiripan Gejala dengan Kasus Covid-19 

Editor : adi nugroho
#penyakit #covid-19