KOTA, JP Radar Kediri - Namanya Jembatan Lama. Tapi punya nama lain Brug Oer den Brantas te Kediri. Bahasa Belanda memang. Karena jembatan yang menghubungkan Jalan Brawijaya di sisi timur dan Jalan KDP Slamet itu memang dibangun di masa Belanda. Pada tahun 1869. Atau 152 tahun lalu.
Dan, tepat 18 Maret kemarin, jembatan yang fungsinya sudah digantikan oleh Jembatan Brawijaya tersebut berulang tahun. Hari ulang tahun sang jembatan itu ditandai dengan syukuran oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dengan penggiat budaya. Syukuran itu berlangsung di badan jembatan.
Di luar acara syukuran itu, beberapa rencana sudah disiapkan Pemkot Kediri untuk jembatan bersejarah itu. Salah satu yang utama, tentu sjaa, menjadikan jembatan sebagai destinasi wisata kebudayaan dan sejarah.
“Karena lokasinya sudah jadi cagar budaya, kami juga harus diskusi dengan pegiat sejarah untuk pemanfaatannya,” terang Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Nur Muhyar, melalui Kabid Kebudayaan Sunawan. Alasannya, para pegiat sejarah punya andil pada pengawasan pelestarian cagar budaya.
Lalu, apa yang telah disiapkan disbudparpora? Jembatan sepanjang 160 meter itu tak hanya sebagai lokasi berswafoto saja. Tapi juga merangkum banyak aspek. Selain sejarah juga budaya serta ekonomi. Harapannya ada aktivitas di atas jembatan.
Karena itu, pihak disbudparpora masih harus melihat lagi beberapa hal. Terutama pada kondisi jembatan. “Kita harus pastikan kondisi jembatan itu masih aman atau tidak,” bebernya.
Rencana inilah yang sedang dirancang. Kemudian akan didiskusikan sebagai salah satu upaya melestarikan cagar budaya di Kota Kediri. Khusus untuk perawatan bangunan, Sunawan mengatakan akan menyerahkan penanganannya ke dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR).
Karena butuh perawatan maksimal maka bangunan peninggalan Belanda ini harus terbebas dari sampah bambu. Kemarin, tumpukan sampah bambu di kaki-kaki jembatan terus bertambah.
Terpisah, Plt Kepala DPUPR Endang Kartika mengatakan sudah mempersiapkan jadwal untuk membersihkan sangkrah bambu yang ada di kaki Jembatan Lama. “Setiap debit air (Sungai Brantas) naik, pasti akan ada material sampah,” ucapnya.
Ia masih menunggu cuaca terang atau setelah selesai musim hujan. Sehingga setelah dibersihkan tidak ada lagi sampah yang tersangkut. Jika dibersihkan saat musim hujan seperti ini, sampah berupa bambu kering masih banyak. Potensi menumpuknya akan semakin besar. (rq/fud)
Jembatan Lama, Jembatan Cagar Budaya
Tahun dibangun : 18 Maret 1869.
Nama Awal : Brug Oer den Brantas te Kediri
Panjang : 160 meter
Lebar : 5,8 meter
Status Cagar Budaya : 12 Maret 2019 oleh Tim Ahli Cagar Budaya Jatim
Peresmian Cagar Budaya : 18 Maret 2019 oleh Wali Kota Abdullah Abu Bakar
Editor : adi nugroho