KABUPATEN, JP Radar Kediri – Persoalan sampah menjadi problem yang pelik di Kabupaten Kediri. Bagaimana tidak, volume sampah yang dihasilkan setiap hari terus menumpuk. Akibatnya, tempat pemrosesan akhir (TPA) mengalami overload. TPA yang ada di Desa Sekoto, Kecamatan Badas itu setiap harinya menampung sampah rumah yang mencapai sekitar 75 ton.
Dari kondisi itu, Pemkab Kediri telah memperluas TPA Sekoto yang ada di sisi utara. Namun, pembangunan yang sudah dilakukan sejak Agustus 2020 lalu hingga kini belum jadi. “Akibat adanya refocusing untuk pandemi Covid-19, sehingga untuk pembangunan mundur dan diperkirakan jadi sekitar bulan Mei,” ujar Kasi Pelayanan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri Towil Umar.
Towil menyebutkan, TPA Sekoto memang sudah overload sejak beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan sampah yang berasal dari sembilan kecamatan se-Kabupaten Kediri semakin hari kian bertambah. Apalagi, TPA Sekoto merupakan satu-satunya yang dimiliki Pemkab.
“Setiap hari, sampah dari warga yang ada di sembilan kecamatan masuknya ke TPA. Sehingga ribuan meter kubik sampah yang harus kami tampung setiap harinya,” ungkap Towil kemarin (9/3).
Sementara itu, sampah yang diangkut oleh petugas DLH ke Sekoto saat ini mencapai 510 meter kubik per hari. Atau sekitar 75 ton sampah yang ditampung. Dengan total truk pengangkut sampah yang masuk silih berganti sebanyak 54 rit.
Sedangkan sampah yang mendominasi TPA Sekoto saat ini adalah jenis sampah plastik. Sampah-sampah itu sulit untuk terurai. Meskipun, para pemulung setiap harinya mengantongi sampah plastik itu. Selain itu, sampah jenis pempers juga banyak ditemukan.
Sejauh ini, timbunan sampah terbesar dihasilkan dari wilayah yang merupakan pusat kegiatan lokal. Dengan karakteristik perkotaan dengan jumlah penduduk relatif banyak. Selain itu, sampah yang ada di pasar juga menjadi penyumbang terbesar.
Saat ini, beberapa upaya telah dilakukan DLH untuk menekan overload sampah di TPA Sekoto. Salah satunya dengan tempat pengolahan sampah (TPS) reuse, reduce, recycle (3R). “Kami sudah melakukan pembinaan ke warga untuk mengelola sampah skala desa,” imbuh Towil.
Towil berharap adanya TPS 3R dapat mengurangi overload yang ada di TPA Sekoto dapat berkurang sebanyak 30 sampai 40 persen. Saat ini, desa yang sudah memiliki TPS 3R ada di Desa/Kecamatan Wates; Desa/Kecamatan Kandangan; Desa Paron, Kecamatan Ngasem, dan Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare. “Memang target untuk pengolahan sampah itu 70 persen penanganan dan 30 persen pengurangan,” imbuhnya. (luk/dea)
Editor : adi nugroho