GONDANG, JP Radar Nganjuk-Bencana banjir yang terjadi di Desa Kedungglugu, Gondang tiga hari lalu menyisakan kegembiraan bagi warga setempat. Selama dua hari terakhir warga ramai-ramai mencari ikan di sawah yang tergenang air bah.
Pantauan koran ini kemarin, puluhan pria dewasa dan anak-anak masuk ke sawah yang tergenang. Memakai peralatan seadanya, mereka mencari ikan yang diyakini terjebak di sana. Bahkan, ada juga yang mencari ikan dengan menebar potas atau racun ikan.
Ketua RT 02/IV, Desa Kedungglugu, Gondang Kusmianto mengungkapkan, aktivitas warga mencari ikan di sawah yang tergenang air bah itu dilakukan sejak beberapa hari lalu. “Sejak dulu begitu. Mutas (menebar potas, Red) untuk mencari ikan,” ujar Kusmianto tentang tradisi warga usai banjir melanda lingkungan mereka.
Pria berusia 60 tahu itu menjelaskan, kegiatan warga mencari ikan di sawah yang tergenang itu hanya untuk bersenang-senang saja. Sebab, ikan yang didapat biasanya tak seberapa. Yakni, ikan wader dan ikan lele.
Meski demikian, mereka terlihat bergembira melakukan kegiatan tersebut. Bahkan, lansia juga turun ke sawah demi mendapatkan ikan yang hanyut terbawa air bah tersebut.
Selain warga desanya, menurut Kusmianto ada juga warga dari desa lain. Terutama warga Desa Senjayan, Gondang. “Tradisi sejak dulu memang seperti itu,” jelasnya.
Dikatakan Kusmianto, setiap kali hujan deras mengguyur wilayah mereka, sejumlah persawahan yang ada di dekat aliran sungai Widas itu sering kali terkena luapan air bah. Kondisi sawah yang lebih rendah dari sungai membuat air tak cepat surut.
Meski senang karena warga mendapat hiburan di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, Kusmianto berharap pengerukan sungai yang dilakukan sejak beberapa hari lalu bisa mencegah banjir. Sehingga, warga dan para petani yang tinggal di dekat aliran sungai Widas bisa terhindar dari bencana.
Terpisah, Kabid Migitasi, Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk Nugroho mengungkapkan, pengerukan atau normalisasi sungai untuk mencegah banjir sudah selesai dilakukan. Meski demikian, menurutnya hal tersebut juga belum menjadi jaminan sungai tidak akan meluap jika hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah Nganjuk.
Terkait pengerukan di Desa Senjayan dan Desa Kedungglugu, Gondang, diakui Nugroho sudah selesai dilakukan. Selain di Gondang, normalisasi sungai juga dilakukan di beberapa daerah lainnya.
Nugroho menjelaskan, pengerukan sungai merupakan langkah antisipasi sementara. Untuk mencegah terjadinya banjir di musim hujan tahun ini. Meski demikian, dia tetap meminta masyarakat untuk waspada akan adanya ancaman bencana. “Ancaman cuaca ekstrem masih terjadi hingga Maret ini,” jelasnya.
Editor : adi nugroho