NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Jumlah pengunjung perpustakaan yang turun drastis sejak tahun lalu, belum pulih hingga sekarang. Hingga kemarin, total baru ada 76 orang yang datang ke perpustakaan. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Nganjuk pun menggalakkan pelayanan peminjaman online.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Nganjuk Muslim Harsoyo mengatakan, pelayanan online sudah berjalan sejak 5 Januari lalu. Peminjaman buku cetak maupun elektronik dilakukan melalui Whatsapp. “Dengan pelayanan online ini kami berharap peminjaman buku tetap bisa banyak,” ujarnya.
Meski pengunjung masih mencapai puluhan orang, Muslim bersyukur jumlah buku yang dipinjam sudah mencapai ratusan. Yakni, sebanyak 441 E-book. Para peminjam buku elektronik ini menurut Muslim mayoritas adalah kalangan pelajar.
Untuk diketahui, dengan layanan peminjaman online, peminjam tidak perlu datang langsung dan mencari buku di rak. Petugas perpustakaan yang akan membantu mencari buku sesuai judul dan nama pengarang yang dikirimkan melalui Whatsapp. Selanjutnya, peminjam cukup datang untuk mengambil buku dan setelah itu bisa langsung pulang.
Peminjaman buku menurut Muslim bisa dilakukan selama seminggu. Satu orang bisa meminjam maksimal dua buku. “Peminjaman online ini untuk tetap mendongkrak minat baca di kondisi pandemi,” terang Muslim sembari menyebut tahun 2020 lalu masih ada
40.803 kunjungan.
Sementara itu, layanan peminjaman buku di perpustakaan masih dibuka secara online. Tidak demikian dengan layanan lainnya. Mulai perpustakaan keliling, taman baca masyarakat, dan layanan khusus anak terpaksa ditutup karena pandemi Covid-19.
Pandemi tidak hanya menghambat operasional perpustakaan. Minimnya anggaran yang terpangkas untuk penanganan Covid-19, membuat perpustakaan hanya bisa mengadakan 117 eksemplar buku tahun ini. “Kolseksi di tahun 2020 sebanyak 46.520 eksemplar dengan 29.200 judul,” imbuh Muslim sembari menyebut pihaknya menyiapkan 3.100 buku elektronik tahun lalu.
Editor : adi nugroho