Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Plengsengan Kecubung Hanya Dipasangi Bronjong

adi nugroho • Kamis, 25 Februari 2021 | 19:05 WIB
plengsengan-kecubung-hanya-dipasangi-bronjong
plengsengan-kecubung-hanya-dipasangi-bronjong


NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Plengsengan Sungai Bodor di Desa Kecubung, Pace yang ambrol minggu lalu belum kunjung diperbaiki hingga kemarin. Kerusakan di sana hanya ditanggulangi dengan dipasang bronjong bambu.


Pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk, bronjong tersebut dipasang sepanjang plengsengan yang ambrol. Yakni mencapai sekitar 100 meter. Bronjong dipasang di tiga tingkatan. Mulai di pinggir jalan hingga yang mendekati material plengsengan yang ambrol.


Kasian, 55, warga setempat mengatakan, bronjong mulai dipasang seminggu lalu. “Belum ada pembangunan lain lagi,” ujarnya kepada koran ini.


Padahal, lokasi plengsengan yang ambrol tersebut menurut Kasian sangat membahayakan. Pasalnya tidak menutup kemungkinan bisa terjadi patahan atau retakan baru lagi. Apalagi kondisi cuaca selama beberapa hari terakhir juga tidak menentu.


Jika hujan deras dengan waktu yang relatif lama, aliran sungai di sana sudah menjadi langganan meluap. Warga khawatir bekas tanah ambrol yang hanya tersisa kurang dari tiga meter itu tergerus kembali.


Kasian pun meminta agar plengsengan bisa segera diperbaiki.Sehingga, bisa menjadi penahan tanah seperti sebelumnya. “Yang kita (warga, Red) takutkan ya seperti itu. Bisa tambah parah ambrolnya,” lanjut Kasian.


Lebih jauh Kasian menjelaskan, bronjong dari bambu tidak dipasang oleh warga setempat. Melainkan oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Hal tersebut juga dibenarkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nganjuk Gunawan Widagdo.


Terpisah, Wakil Ketua Komisi C DPRD Nganjuk M. Fauzi Irwana mendorong agar plengsengan segera diperbaiki. Senada dengan warga, menurut Fauzi retakan itu akan membahayakan jika terus dibiarkan. “Wajib segera diperbaiki karena itu memang masih dalam masa pemeliharaan,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.


Seperti diberitakan, plengsengan ambrol pada Sabtu (13/2) lalu. Plengsengan ambrol mulai sekitar pukul 08.00 hingga pukul 09.00. Setelah sisi barat ambrol lebih dahulu, sisi timur plengsengan setinggi sekitar empat meter itu menyusul kemudian.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #radar nganjuk #sungai