Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dewan Klaim Potensi Pendapatan Pasar Setonobetek Merosot Rp 700 Juta

adi nugroho • Senin, 15 Februari 2021 | 01:33 WIB
dewan-klaim-potensi-pendapatan-pasar-setonobetek-merosot-rp-700-juta
dewan-klaim-potensi-pendapatan-pasar-setonobetek-merosot-rp-700-juta

KOTA, JP Radar Kediri - Pengelolaan Pasar Setonobetek mendapat sorotan dewan. Setidaknya selama dua tahun terakhir tidak ada peningkatan. Banyak los dan kios disegel dan tutup. Kondisi itu mempengaruhi pendapatan. 


“Kalau tidak kunjung ditempati, retribusi pasti akan berkurang,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri Erita Dewi kemarin.


Tutupnya los dan kios itu, lanjut wakil rakyat ini, diketahui saat komisinya inspeksi pada Kamis lalu (11/2). Imbasnya otomatis berkorelasi dengan jumlah pembeli yang datang ke pasar. Padahal, yang masuk pasar pasti melewati pos pengamanan dan dikenakan tarif parkir Rp 2 ribu. 


Bahkan politikus Gerindra ini mengklaim, potensi pemasukan pasar yang hilang bisa mencapai Rp 700 juta. Karena potensi pendapatan menurun, Erita menyatakan, Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar harus bertanggungjawab. “Pengelolaan pasar tersebut gagal total,” ujarnya. 


Terpisah, Direktur PD Pasar Kota Kediri M. Ihwan Yusuf melalui Koordinator Pasar Setonobetek Zainudin membantah, pendapatan turun sampai Rp 700 juta. “Itu data dari mana?” ujarnya dengan nada tanya. 


Sebab, menurutnya, sejak 2019 hingga 2020 tren pendapatan pasar justru mengalami kenaikan. Namun, Zainudin tidak menjelaskan berapa persen kenaikan selama dua tahun terakhir itu. 


Dia berdalih, datanya ada di kantor dan belum bisa disampaikan ke publik. Hanya saja, selama ini pemasukan rutin setiap hari ke Pemkot Kediri sebesar Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta.


Lantas bagaimana tahun ini? Diakui Zainudin, memang terjadi penyusutan karena pandemi dan cuaca. Selain itu, ada kios dan lapak yang kosong dan tidak berjualan. Bahkan, para pedagang sempat diminta bergantian berjualan selama pandemi. “Mereka yang tidak berjualan karena kena aturan protokol kesehatan akhirnya tidak membayar retribusi,” paparnya. 


Zainudin mengklaim, pendapatan pasar yang dikelola beda dengan pasar yang tidak dikelola. Sebab, sampai saat ini banyak lapak dan kios yang tutup dan tidak masuk dalam pengelolaan yang ditarget sebagai pendapatan.


Pantauan koran ini, ada puluhan lapak dan kios tutup. Tiap tempat retribusinya berbeda. Di lantai atas, pedagang kios dikenakan Rp 6.500 setiap hari dan yang di bawah kena Rp 8 ribu. Sedangkan lapak di lantai atas Rp 2.400 dan kios bawah Rp 3.500 setiap hari. 


Untuk di lantai bawah, ada sembilan kios dan 12 lapak yang ditutup. Jika dijumlah pendapatan yang hilang sekitar Rp 36,2 juta. Sedangkan di lantai atas mayoritas banyak yang tutup. Jika lapak yang tutup sebanyak 50 tempat maka potensi yang tidak masuk sebanyak Rp 43,2 juta. 


Sedangkan jumlah kios bagian atas yang tutup sedikitnya ada 20 tempat. Asumsi pemasukan yang hilang dari kios atas itu senilai Rp 46,8 juta. Jika ditotal maka pemasukan hilang karena kios tutup Rp 123,3 juta.(rq/ndr)     


Editor : adi nugroho
#setonobetek #pemkot kediri #pasar #pd pasar #kota kediri