Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jadwal Mengambang, Jamaah Tetap Ikuti Manasik

adi nugroho • Sabtu, 13 Februari 2021 | 19:05 WIB
jadwal-mengambang-jamaah-tetap-ikuti-manasik
jadwal-mengambang-jamaah-tetap-ikuti-manasik


NGANJUK, JP Radar Kediri–Jadwal keberangkatan calon jamaah haji Kota Angin ke Tanah Suci kembali mengambang tahun ini. Hal tersebut menyusul penutupan akses Indonesia ke Arab Saudi bersama 19 negara lainnya. Meski belum mendapat kepastian, para jamaah tetap menyiapkan diri dengan mengikuti manasik rutin. 


Untuk diketahui, keputusan larangan masuk ke Indonesia ke Arab Saudi ditetapkan 3 Februari lalu. Kebijakan baru ini tidak hanya membuat rencana keberangkatan jamaah umrah tertunda. Melainkan nasib para jamaah haji yang dijadwalkan berangkat tahun ini juga kembali tak jelas. “Untuk jadwal keberangkatan CJH tahun ini kami masih menunggu keputusan pemerintah,” ujar Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Nganjuk Taufiqurrohman.


Berapa kuota jamaah haji yang didapat Pemkab Nganjuk? Taufiq, sapaan akrab Taufiqurrohman, juga belum mengetahuinya. Hingga pertengahan Februari ini menurutnya Kemenag Nganjuk belum mendapat pembagian kuota dari pusat.


Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nganjuk Afif Fauzi menambahkan, biasanya kuota sudah keluar pada akhir tahun. Misalnya, kuota haji 2019 lalu sudah diberitahukan pada Desember 2018.


Idealnya, kuota haji tahun ini juga sudah keluar Desember 2020 lalu. Tetapi, hingga bulan kedua 2021 kuota memang belum turun. “Apakah bisa diberangkatkan atau tidak masih menunggu,” ungkap Afif.


Meski belum ada kepastian keberangkatan, menurut Afif para jamaah yang sudah melakukan pelunasan 2020 lalu tetap menyiapkan diri. Salah satunya dengan mengikuti manasik haji.


Selama pandemi Covid-19, pria yang juga menjabat plt kasi pendidikan madrasah (penma) ini menjelaskan, manasik dilakukan secara virtual. Kondisi geografis Nganjuk yang sinyalnya belum merata, serta akses jamaah terhadap teknologi yang juga belum maksimal, diakui Afif jadi kendala tersendiri.


Selain pelaksanaan manasik, menurut Afif Kemenag Nganjuk juga menyiapkan dokumen lain. Termasuk paspor. Dari total sekitar 590 calon jamaah haji yang melakukan pelunasan 2020 lalu, ada sekitar 40 orang yang masa berlaku paspornya habis. “Sudah kami lakukan perpanjangan di kantor imigrasi. Ini tinggal menunggu jadinya,” beber pria asal Kelurahan Cangkringan, Kota Nganjuk itu.


Rangkaian persiapan itu, tutur Afif, sebagai bentuk antisipasi. Jika dalam beberapa bulan ke depan turun kepastian tentang jadwal dan kuota, calon jamaah Nganjuk sudah siap. Kemenag memastikan akan memprioritaskan jamaah tahun 2020 untuk berangkat.  


Sementara itu, meski kepastian keberangkatan ratusan calon jamaah haji asal Nganjuk ke Makkah masih belum jelas, tahun 2021 ini sudah ada beberapa warga yang hendak mendaftar. Demikian pun kemenag yang sudah menyiapkan kelengkapan berkas.


Tetapi, kemenag memutuskan untuk tidak memanggil calon jamaah yang hendak mendaftar. “Sampai sekarang belum ada kejelasan. Kalau jamaah tahun 2020 tidak jadi berangkat kan jamaah 2021 akan mundur. Begitu seterusnya,” jelas Afif tentang kebijakannya itu.

Editor : adi nugroho
#cjh #kabar nganjuk #haji #radar nganjuk